Senin, 31 Mei 2010

Ritus Servandus bab 1 dari 14 -terjemahan

The Rubrics of the Missale Romanum 1962
(RITUS SERVANDUS in celebratione Missae)



------------------------------
Catatanku:
Ini terjemahan tidak resmi, semoga berguna bila ada imam yang berkenan mempelajari lagi misa menurut ritus lama. -tentunya masih perlu edit sana sini lagi-
Terimakasih untuk Rudy, Kinasih, Ceceps, Thianren, dkk yang sudah membantu
Akan ditayangkan berseri
------------------------------




I. Persiapan Imam Selebran

1. Imam selebran Misa harus meluangkan waktu untuk berdoa, menggunakan beberapa doa di bawah ini ad libitum
(Lihat "Praeparatio iklan Missam" dalam Missale Romanum).

Kemudian ia pergi ke Sakristi atau tempat lainnya yang disiapkan di mana jubah dan keperluan misa lainnya berada.
Dia mengambil Missale Romanum, mencari teks-teks Misa, membacanya dengan cepat, dan meletakkan pita penanda bacaan pada bagian-bagian yang akan ia baca (pada Missal).

Setelah itu ia mencuci tangannya, mengucapkan doa yang tercantum di bawah (Lihat Lampiran I).
Lalu ia mempersiapkan Piala, yang harus dari emas atau perak, atau setidaknya perak berlapis emas di bagian dalam.
Patena harus disepuh dengan cara yang sama, dan keduanya harus di-konsekrasi oleh Uskup.

Di atas mulut Piala, Purifikator yang bersih diletakkan, lalu di atasnya Patena –yang akan menjadi tempat Hosti, harus dibersihkan dari remah-remah bila perlu, lalu semua ini ditutupi dengan Pall berukuran kecil dari linen, lalu dengan Veil (kerudung) sutera.

Di atas Veil, ia membungkusnya dengan Burse berwarna sama dengan Vestimentum, berisi :
lipatan Korporal –terbuat dari linen 100% bukan sutera, tidak ditutupi dengan emas di tengah, tapi sepenuhnya putih, dan yang, bersama-sama dengan Pall, harus telah diberkati oleh Uskup atau yang memiliki fakultas lain.


2. Ketika hal-hal di atas selesai, ia pergi ke Vestimentum -yang tidak boleh robek atau bercampur, dan dalam kondisi yang baik dan pantas bersih dan indah, dan juga telah diberkati oleh Uskup atau lain yang memiliki fakultas.

Kemudian, mengenakan sepatu dan pakaian yang sesuai, yang sekurang-kurangnya menutup hingga ke tumit, ia mengenakannya sendiri, mengucapkan doa-doa yang tercantum di bawah satu per satu waktu, ketika ia mengenakan Vestimentum (Lihat Lampiran I).


3. Pertama, mengambil Amik dengan ujungnya dan talinya, ia mencium bagian tengahnya, di mana salib terletak, dan mengenakannya dari arah atas kepalanya.
Kemudian dipasang menutupi kerah pakaian, lalu menarik tali di bawah lengan, melingkari punggungnya, kembali ke dadanya, dan mengikatnya.

Lalu ia mengambil Alba dan mengenakannya dari arah kepala, lalu memasukkan lengan kanan di bagian lengan kanan dan lengan kirinya di bagian lengan kiri. Lalu mengatur Alba agar sesuai dengan tubuhnya, menarik bagian depan dan sisi, mengikatnya dengan Cingulum (cincture), yang harus dibantu pelayan dari belakang

Pelayan menarik Alba di bagian atas cincture sehingga bisa tepat panjangnya dan menutupi pakaian sehari-hari di bawahnya, lalu mengatur bagian tepi sehingga terlihat merata dari atas lantai seukuran 1 jari.

Imam mengambil Manipel, mencium salib di tengah, dan menempatkannya di lengan kirinya.
Lalu ia mengambil Stola dengan dua tangan, menciumnya dengan cara yang sama, mengalungkannya di
bahunya, dan menempatkan di bagian dadanya membentuk salib –silang dari bahu kiri ke paha kanan dan bahu kanan ke paha kiri
Ujung Stola diselipkan melalui Cincture.

Akhirnya, Imam mengenakan Kasula, dan dengan sepantasnya mengenakan penutup kepala.



4. Jika Selebran adalah seorang Uskup atau Kardinal, atau seorang Abbas yang menggunakan pontifikal, ia tidak menempatkan Stola di dada dalam bentuk salib, tapi membiarkan ujungnya menggantung lurus ke bawah.
Sebelum mengenakan Stola, ia mengambil Salib Pektoral kecil, menciumnya, dan mengalungkannya pada leher, dan tergantung di dadanya.

Selain itu, ia tidak mengenakan Manipel sebelum mengenakan Stola, kecuali dalam
Missa Arwah. Manipel diletakkan di Altar, yang akan dikenakannya sebelum mengucapkan Indulgentiam saat
Pengakuan (confiteor), yang sebelum mengenakannya, diciumnya.

Jika ia adalah seorang Uskup atau Abbas menggunakan pontifikal, dan merayakan dengan meriah (solemn), ia mengenakan Vestimentum sebagaimana dijelaskan dalam Pontifikal dan Ceremonial.



....bersambung



Referensi:
Ritus Servandus (saya lupa sumbernya, PDF 189KB)
Read more ...

Minggu, 30 Mei 2010

Reparasi Organ Pipa Paroki Espiritu Santo, Tayuman Manila

Espiritu Santo Pipe Organ (klik pada link)


Mungkin rekan-rekan ada yang sedang melintasi Manila, sumbangan bisa diberikan kepada:


ESPIRITU SANTO PARISH

1912 Rizal Ave., Santa Cruz, Manila

Tel: 711-1332 / Fax: 712-6075

Help Revive the Pipe Organ
Donations are being accepted. Please contact the Parish Office at:
Tel: 711-1332 / Fax: 712-6075


Foto-foto reparasi (dari blog di atas):








Read more ...

Sabtu, 29 Mei 2010

Yuk mencintai (lagi) Gregorian


Dear all,
Setelah menengok blog rekan Onggo (klik di sini), rasanya kita sekalian perlu angkat topi kepada umat Paroki St. Bellarminus yang dengan susah payah berusaha berlatih menyanyikan gregorian dengan baik.
(emm... mereka, sebelumnya sudah 20 tahun tidak menyanyikannya).

Mari kita dukung dengan doa, dan (bagi warga paroki St. Bellarminus yang kebetulan membaca blog ini) ya kalau bisa ikut latihan.

Mengenal bahasa Latin, salah satunya adalah dengan mencinta lagu Gregorian, selain itu bisa dengan lebih sering mengikuti misa berbahasa Latin (baik misa Vatikan II, atau misa Tridentina).

====================================

Ini ada beberapa refensi web yang berguna untuk belajar Gregorian, silahkan dikunjungi:
(pada situs-situs ini, disediakan teks dalam format PDF dan sampel audio dalam format MP3) 

St. Antoine Daniel (Kyriale untuk misa Ekstra Ordinaria / Tridentina)
St. René Goupil (proper untuk misa Ekstra Ordinaria / Tridentina, hanya untuk hari minggu saja)

St. Isaac Jogues  (proper untuk misa Vatikan II, hanya hari minggu saja)

St. Lalande (project arsip teks-teks gregorian chant) 


Christus Rex  :

Proper untuk misa Tridentina (sepanjang tahun, audio MP3 dan text dalam bentuk GIF)

Proper untuk misa Vatikan II (sepanjang tahun, audi MP3 dan text dalam bentuk GIF)

Kyriale 



PS:
beberapa dokumen Gereja yang terkait dengan pentingnya lagu Gregorian (dan bahasa Latin):

Sacrosanctum Concilium art. 116
The Church acknowledges Gregorian chant as specially suited to the Roman liturgy:  therefore, other things being equal, it should be given pride of place in liturgical services.

But other kinds of sacred music, especially polyphony, are by no means excluded from liturgical celebrations, so long as they accord with the spirit of the liturgical action

--------------


General Instruction of the Roman Missal 41
All other things being equal, Gregorian chant holds pride of place because it is proper to the Roman Liturgy. Other types of sacred music, in particular polyphony, are in no way excluded, provided that they correspond to the spirit of the liturgical action and that they foster the participation of all the faithful.

Since faithful from different countries come together ever more frequently, it is fitting that they know how to sing together at least some parts of the Ordinary of the Mass in Latin, especially the Creed and the Lord’s Prayer, set to the simpler melodies.

--------------

Kardinal Ratzinger, The Spirit of the Liturgy, hal 148
On the one hand, there is pop music, which is certainly no longer supported by the people in the ancient sense (populus). It is aimed at the phenomenon of the masses, is industrially produced, and ultimately has to be described as a cult of the banal. “Rock”, on the other hand, is the expression of elemental passions, and at rock festivals it assumes a cultic character, a form of worship, in fact, in opposition to Christian worship.

People are, so to speak, released from themselves by the experience of being part of a crowd and by the emotional shock of rhythm, noise, and special lighting effects. However, in the ecstasy of having all their defenses torn down, the participants sink, as it were, beneath the elemental force of the universe.

The music of the Holy Spirit’s sober ine­briation seems to have little chance when self has become a prison, the mind is a shackle, and breaking out from both appears as a true promise of redemption that can be tasted at least for a few moments.

--------------


Bapa Suci Benediktus XVI, Sacramentum Caritatis art. 62
Similarly, the better-known prayers of the Church’s tradition should be recited in Latin and, if possible, selections of Gregorian chant should be sung.

Speaking more generally,
I ask that future priests, from their time in the seminary, receive the preparation needed to understand and to celebrate Mass in Latin, and also to use Latin texts and execute Gregorian chant; nor should we forget that the faithful can be taught to recite the more common prayers in Latin, and also to sing parts of the liturgy to Gregorian chant.
Read more ...

HR Tritunggal Maha Kudus: Hari Minggu setelah Pentakosta

 Image dari: Breviary.net


Hari Minggu setelah Minggu Pentakosta, diperingati oleh Gereja sebagai Hari Raya Tritunggal Maha Kudus.
Karena, pada Pentakosta, terungkaplah secara penuh Pribadi Allah Roh Kudus kepada manusia, dengan demkian, "Tritunggal Maha Kudus, telah dinyatakan secara penuh dan utuh".


Dari Katekismus Gereja Katolik:
(sumber dari Ekaristi.org <-klik untuk melihat entry tsb)


731
Pada hari Pentekosta (pada hari terakhir dari ketujuh minggu Paskah) selesailah Paskah Kristus dalam curahan Roh Kudus. Sekarang Ia nyata sebagai Pribadi ilahi. Sekarang Ia diberikan dan diumumkan secara terbuka sebagai Pribadi ilahi.
Kristus Tuhan memberi Roh dalam kelimpahan Bdk. Kis 2:33

732
Pada hari itu Tritunggal Maha Kudus dinyatakan secara penuh dan utuh.
Sejak hari itu Kerajaan yang diumumkan Kristus telah dibuka bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.
Meskipun mereka manusia lemah, namun dalam iman mereka sudah ikut ambil bagian dalam persekutuan Tritunggal Maha Kudus.
Oleh kedatangan-Nya yang tidak terputus-putus, Roh Kudus membiarkan dunia masuk ke dalam "zaman terakhir", zaman Gereja: Kerajaan Allah sudah diterima sebagai warisan, namun belum diselesaikan.

"Kami telah melihat terang yang benar, kami telah menerima Roh surgawi, kami telah mendapat iman yang benar. Kami menyembah Tritunggal yang tidak terbagi karena Ia telah menyelamatkan kita"
(Liturgi Bisantin; Tropar dalam Ibadat Sore Pentekosta; diambil sebagai nyanyian sesudah komuni dalam perayaan Ekaristi).

---------
727
Seluruh perutusan Putera dan Roh Kudus pada saat pemenuhan terdapat dalam kenyataan bahwa Putera sejak inkarnasi-Nya adalah Dia, yang terurapi dengan Roh Bapa: Yesus adalah Kristus, Mesias.
Seluruh bab dua pengakuan iman harus dibaca dalam terang ini. Seluruh karya Kristus adalah perutusan bersama Putera dan Roh Kudus.
Di sini hanya dicantumkan apa yang menyangkut janji Roh Kudus oleh Yesus dan pencurahan-Nya melalui Tuhan yang dimuliakan.    

728
Selama Yesus sendiri belum dimuliakan melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Ia belum mewahyukan Roh Kudus secara penuh dan utuh. Namun lama kelamaan Ia menunjukkan kepada-Nya, sebagaimana dalam ajaran-Nya kepada rakyat. ketika Ia menyatakan bahwa daging-Nya akan menjadi makanan demi kehidupan dunia Bdk. Yoh 6:27.51.62-63

Ia menyatakan juga karya Roh kepada Nikodemus Bdk. Yoh 3:5-8., wanita Samaria, Bdk. Yoh 4:10.14.23-24. dan mereka yang mengambil bagian dalam hari raya pondok daun Bdk. Yoh 7:37-39
Dalam hubungan dengan doa Bdk. Luk 11:13. dan kesaksian, yang harus mereka berikan Bdk. Mat 10:19-20., Ia berbicara kepada murid-murid-Nya secara terbuka mengenai Roh Kudus.


729
Baru setelah saat kemuliaan-Nya tiba, Yesus menjanjikan kedatangan Roh Kudus, karena dalam kematian dan kebangkitan-Nya akan terpenuhilah janji yang diberikan kepada para bapa Bdk. Yoh 14:16-17.26; 15:26; 16:7-15; 17:26.:
Roh kebenaran, paraklet [penghibur] yang lain, akan diberikan oleh Bapa karena doa Yesus; Ia akan dikirim oleh Bapa, karena Ia keluar dari Bapa. Roh Kudus akan datang; kita akan mengenal-Nya;
Ia akan selalu hadir di tengah-tengah kita. Ia akan mengajar kita dan akan mengingatkan kita akan segala sesuatu yang telah dikatakan Kristus kepada kita, dan memberi kesaksian tentang Dia;
Ia akan mengantar kita kepada seluruh kebenaran dan akan memuliakan Kristus. Ia akan membuktikan kepada dunia mengenai dosa, keadilan dan pengadilan.


730
Akhirnya saat Yesus tiba Bdk. Yoh 13:1; 17:1.: Ia menyerahkan roh-Nya ke dalam tangan Bapa Bdk. Luk 23:46. Yoh 19:30. ketika Ia mengalahkan maut dengan kematian-Nya.
Setelah Ia "dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa" (Rm 6:4), Ia langsung memberikan Roh, dengan menghembusi murid-murid-Nya Bdk. Yoh 20:22..

Mulai saat itu perutusan Kristus dan Roh Kudus menjadi perutusan Gereja: "Sama seperti Bapa mengutus Aku demikian juga sekarang Aku mengutus kamu" (Yoh 20:21) Bdk. Mat 28:19; Luk 24:47-48; Kis 1:8.

 HR. Tritunggal Maha Kudus, dalam kalender lama (1962) termasuk pesta kelas I, yakni perayaan wajib.
Read more ...

Kekayaan Gereja Katolik

Grafik ilustrasi dari Thomas Rudy:

Ritus-ritus yang termasuk dalam Gereja Katolik.
Misa kudus dalam 2 forma yang kita kenal di Indonesia, Misa Paulus VI dan Misa Tridentina, adalah termasuk dalam ritus Romawi (pada bagan tersebut ditulis Bentuk Lazim sebagau terjemahan Ordinary Form, dan Bentuk Tak Lazim sebagai terjemahan Extra Ordinary Form).

Di luar ritus Romawi, masih banyak lagi ritus lainnya.

Klik pada gambar untuk memperbesar (dan gunakan CTRL dan + pada keyboard untuk zoom).


Thomas Rudy bisa dikontak di sini (klik): Buku Misa

Komunitas Katolik Timur di FB bisa ditemukan di sini (klik).
Salah satu pengurusnya adalah WNI yang sudah transfer kanonik dari Ritus Romawi ke Katolik Melkite.
Read more ...

Selasa, 25 Mei 2010

Reportase: Misa Perdana dalam forma Ekstraordinaria Keuskupan Bandung

-------------
Reportase: Andreas Mulia
Foto: Andreas Mulia, Miller Lokanata, Mea Culpa
-------------


Reportase singkat mengenai Misa kemarin.
Misa dimulai terlambat 45 menit krn keterlambatan transportasi jemputan romo.
Tepat jam 10 dimulai dgn rosario latin spt biasa, tersedia teks missal utk Pentakosta dan teks rosario dan sekilas penjelasan Summorum Pontificum dan mengapa melaksanakan Misa Tridentina yang berbahasa Latin.
Kapel dipadati umat sampai luber keluar, jumlah yang hadir diperkirakan hampir mencapai 200 orang.

Misa dimulai dengan pemercikan air suci diiringi lagu Vidi Aquam dan selebran memakai cappa lalu berganti dgn kasula setelahnya.
Misa ini ternyata bukan misa cantata seperti yang diprediksi beberapa rekan, melainkan missa lecta (dilagukan DIBACAKAN) dengan pendupaan.

Schola (koor) mengiringi dgn lagu-lagu gregorian dan bbrp lagu gerejani Indonesia.
Khotbah mengenai peran Roh Kudus dalam Gereja yang sering dilupakan orang Katolik jaman sekarang.

Salah satu catatan menarik adalah, Romo Soekarno yang sangat lancar bahasa latinnya krn beliau ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1967 saat misa Tridentina ini masih berlaku.
Dan sejak ditahbiskan, beliau mengaku tidak pernah persembahkan Misa ini sejak ditahbiskan.

Umat secara aktif berpartisipasi menjaga keheningan (bahkan sebelum misa dimulai saat menunggu) dan ikut menjawab bagian bagian2 server dan lagu2 gregorian.  Yang hadir kebanyakan orang muda yang penuh semangat mengikutinya.

Misa berlangsung selama 2 jam lebih krn semua rubrik dibacakan dari missal, dan karena missa lecta, hampir semua  rubrik dilagukan oleh romo.
Komuni dibagikan kepada umat dengan di lidah, dengan posisi berlutut pada 6 buah kneeler (tempat berlutut) yang permukaan atasnya ditutupi kain linen (untuk memasukkan tangan umat di bawahnya).
Komuni berjalan tertib dgn romo sendiri yang membagikan komuni bolak-balik dari kiri ke kanan. Ada confiteor ke 2 sblm komuni.


Sebagai informasi, pada Misa Tridentina, karena umat menerima Komuni dengan berlutut, maka untuk mempercepat antrian, umat berjajar menyamping pada saat berlutut menerima Komuni.
Jadi, sang Romo membaginya sambil berjalan menyamping.

Komentar salah seorang anak muda yang hadir:
"Saya baru pertama kali ikut Misa ini dan terasa sekali lain dan sakral.  Kalau sudah ikut misa ini koq rasanya misa Paulus VI nggak ada apa2nya.  Kapan diadakan lagi...?"

Sy lampirkan bbrp foto tapi akan ada banyak foto2 profesional menyusul dari team Bandung/Ring 1...

per Marian ad Iesu.
A.M



--------------------------------------------------------------------------------


Foto-foto:


Altar


Perarakan masuk


 Pemercikan air suci dengan menyanyikan Vidi Aquam


Schola


Introibo Ad Altare Dei



TPE



Pendupaan Altar



Introit



Cappa



Hanc Igitur


Komuni



Foto-foto dari Miller bisa diakses di sini (klik)

-------------------
update 28 Mei 2010:
"missa lecta", seharusnya diberi penjelasan dalam kurung -DIBACAKAN, bukan dilagukan. Kesalahan ada pada saya -editor. Mohon maaf untuk itu.
Read more ...

Rabu, 12 Mei 2010

Bandung: Misa Hari Raya Pentakosta, 23 Mei 2010

 Ini undangannya, silahkan dicopy paste untuk disebarkan:
 (ps: peta menuju lokasi, belum tersedia saat ini)


Facebook Event (klik)


Post sebelumnya:
http://kcrt.blogspot.com/2010/04/bandung-23-mei-2010-pk-10-misa_13.html
Read more ...