Tampilkan postingan dengan label perkenalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perkenalan. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 April 2010

Buku For the Visitor at Mass, SSPX?

Malam ini saya menerima komentar di post terdahulu sbb:



Anonim mengatakan...
for the visitor at mass punya sspx tuh...cieee...

Ok.
Sepintas, komentar ini bernada gurau (dan semoga saja saudara Anonim memang berniat gurau).
Akan tetapi, nanti para pembaca yang lain, yang mungkin tidak tahu mengenai status ir-reguler SSPX dan pernak-perniknya; akan bertanya-tanya, dan umumnya jawaban standar yang beredar adalah "SSPX adalah skismatik."
Dan seterusnya.. dan seterusnya... Dan akhirnya bisa saja memancing perdebatan tak perlu (sudah terjadi di banyak forum Katolik).

Lalu, dari sepintas "gurauan" dan debat tak perlu, akan muncul image bahwa misa Tridentina adalah misa yang bla bla bla  (fill in the blank).
Dan tambah jauhlah panggang dari api untuk menghadirkan misa ini di Indonesia.


Yang pertama saya jelaskan:
ini adalah buku yang mengenalkan Misa Kudus dalam bentuk ekstra ordinaria. Itu saja.


Review paling netral setahu saya adalah dari Pater John Zuhlsdorf di sini


The Angelus Press, publishing arm for the SSPX, has put out a very nice, very helpful little booklet designed precisely For the Visitor at Mass.  
...
There are many photos to exemplify the actions of the Mass, taken at a church in Kansas City, MO.  I hope in a new edition some of the photos might be improved.  There are a few focus problems.  But all in all the photos are well chosen to show what is going on at Mass.
...


"But Father! but Father!", a few of you are probably gasping. 
"Are you suggesting that this is a good book when it is published by those schismatics?  I thought we couldn’t have anything to do with Lefebvrites!"
 
First, of all, leaving aside the term "schism", if a book is good, it’s good.  This is a great little tool. 
There is nothing polemical in it at all.  Even in the introductory section, where there might have been some shots fired there are only helpful explanations. 

Second, it is certainly permissible to buy books from a non-Catholic publisher, so long as they are decent. 
Why shouldn’t one be able to purchase them from a publisher which is Catholic, even though the unity of the group with Rome is not perfect? 
Also, if it is permissible when attending a Mass of the SSPX (provided that the motives are proper – and I do not recommend Communion unless your circumstances are such that it is appropriate) to make a small contribution at offertory time, why could not one buy a book? 

Catholics can engaged a non-Catholic construction firm to build a church, so why can’t we purchase books from a publisher of Catholic books to build the faith, even if the publisher’s associations are not in perfect unity? 
Also, I cannot think of any similar book printed by any group in more perfect and manifest union with Rome

Were there something similar or better, I would have to give that greater consideration.  In the meantime, this is a wonderful tool.

Third, it seems to me that the attitude of "embargo" against any Angelus Press products, simply because of the association of the SSPX, is really contrary to the spirit in which our Holy Father Pope Benedict has given us Summorum Pontificum.  Someday, I hope, there will be more perfect, manifest unity. In that case, we should desire that the Angelus Press be sound and strong, for it will then be truly helpful in a much wider context.  I act in that hope.

I think that parishes where the TLM is celebrated could use this useful and inviting little booklet.  Perhaps pastors of parishes might contact Angelus Press to see if they can get samples.  I think they will be favorably impressed.
-----------------------------------------------------



Selesai membaca penjelasan Fr. Zuhlsdorf , kita nikmati preview halaman-halaman dalam buku tersebut:
(foto dari Angelus Press, klik pada image untuk memperbesar)







PS:
Masih diperlukan relawan untuk menterjemahkan 

Read more ...

Senin, 22 Februari 2010

Doa di kaki Altar

Bagian 01: Doa di Kaki Altar - Introit


P: Imam
S: Server


Doa di Kaki Altar





Foto: Imam dan diakon serta para pelayan altar mula-mula berlutut di depan Altar, lalu Imam dan Diakon saja bangkit dan membuat tanda salib (misdinar, dan umat: tetap berlutut)

Doa Persiapan

[Berlutut]

P: In nomine Patris, et Filii,+ et Spiritus Sancti. Amen.
Dalam nama Bapa dan Putera + dan Roh Kudus, Amin

P: Introibo ad altare Dei.
Aku hendak naik kealtar Allah

S: Ad Deum qui laetificat juventutem meam.
Kepada Allah yang menggirangkan masa-mudaku


Mazmur 42


P: Judica me, Deus, et discerne causam meam de gente non sancta: ab homine iniquo et doloso erue me.
Ya Allah, Adililah aku dan putuskanlah perkaraku terhadap bangsa yang tidak suci; lepaskanlah aku dari penjahat dan penipu.


S: Quia tu es, Deus, fortitudo mea: quare me repulisti, et quare tristis incedo, dum affligit me inimicus?
Sebab Engkaulah kekuatanku ya Allah; mengapa Engkau menolak Aku? Mengapa aku selalu berjalan dengan penuh duka dan musuhku menganiaya aku?


P: Emitte lucem tuam et veritatem tuam; ipsa me deduxerunt et adduxerunt in montem sanctum tuum, et in tabernacula tua.
Kirimkanlah terang serta kebenaranMu: yang menuntun dan memimpin aku ke gunungMu yang kudus dan ke kemahMu.


S: Et introibo ad altare Dei: ad Deum qui laetificat juventutem meam.
Dan aku hendak naik kealtar Allah: Kepada Allah yang menggirangkan masa mudaku.


P: Confitebor tibi in cithara, Deus, Deus meus: quare tristis es anima mea, et quare conturbas me?
Aku akan memuji Engkau dengan kecapi, ya Allah, Tuhanku: mengapa Engkau berdukacita hai jiwaku, dan mengapa engkau menggelisahkan daku?


S: Spera in Deo, quoniam adhuc confitebor illi: salutare vultus mei, et Deus meus.
Percayalah kepada Allah, karena aku akan memuji dia lagi. Dialah keselamatan bagiku dan Allahku


P: Gloria Patri, et Filio, et Spiritui Sancto.
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus


S: Sicut erat in principio, et nunc, et semper: et in saecula saeculorum.Amen.
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin



P: Introibo ad altare Dei.
Aku hendak naik kealtar Allah


S: Ad Deum qui laetificat juventutem meam.
Kepada Allah yang menggirangkan masa-mudaku


P: Adjutorium nostrum + in nomine Domini.
Pertolongan kita + dalam nama Tuhan.


S: Qui fecit coelum et terram.
yang menjadikan langit dan bumi





Foto: Confiteor Imam. Postur Imam saat ini: profound bow (membungkuk, dari pinggang ke atas)

Confiteor
(Pengakuan Imam, lalu disusul oleh pengakuan altar server -bisa misdinar, atau diakon)

[Imam membungkuk, dan kedua tangannya terkatup di dada]

P: Confiteor Deo omnipotenti, beatae Mariae semper Virgini, beato Michaeli Archangelo, beato Joanni Baptistae, sanctis Apostolis Petro et Paulo, omnibus Sanctis, et vobis, fratres, quia peccavi nimis cogitatione verbo, et opere:
Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa, kepada St. Maria tetap perawan, kepada malaikat agung St. Mikael, kepada St. Yohanes Pembabtis, kepada Rasul Petrus dan Paulus, kepada semua orang kudus dan kepada saudara sekalian, bahwa saya sangat berdosa dengan pikiran, perkataan dan perbuatan:


[Imam menebah dada 3x sambil mengatakan:]

mea culpa, mea culpa, mea maxima culpa.
saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.


Ideo precor beatam Mariam semper Virginem, beatum Michaelem Archangelum, beatum Joannem Baptistam, sanctos Apostolos Petrum et Paulum, omnes Sanctos, et vos fratres, orare pro me ad Dominum Deum Nostrum.
Oleh sebab itu saya mohon kepada St. Maria tetap Perawan, kepada malaikat-agung St. Mikael, kepada Rasul Petrus dan Paulus, kepada semua orang kudus, dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.


S: Misereatur tui omnipotens Deus, et, dimissis peccatis tuis, perducatte ad vitam aeternam.
Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani engkau dan setelah mengampuni dosa-dosamu, menghantar engkau ke hidup yang kekal.


P: Amen.
Amin






Foto: Confiteor server. Kedua Diakon membungkuk (profound bow)

[Server membungkuk, dan kedua tangannya terkatup di dada]

S: Confiteor Deo omnipotenti, beatae Mariae semper Virgini, beato Michaeli Archangelo, beato Joanni Baptistae, sanctis Apostolis Petro et Paulo, omnibus Sanctis, et tibi pater: quia peccavi nimis cogitatione verbo, et opere:
Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa, kepada St. Maria tetap perawan, kepada malaikat agung St. Mikael, kepada St. Yohanes Pembabtis, kepada Rasul Petrus dan Paulus, kepada semua orang kudus dan kepadamu bapa, bahwa saya sangat berdosa dengan pikiran, perkataan dan perbuatan:


[menebah dada 3x sambil berkata:]

mea culpa, mea culpa, mea maxima culpa.
saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.


Ideo precor beatam Mariam semper Virginem, beatum Michaelem Archangelum, beatum Joannem Baptistam, sanctos Apostolos Petrum et Paulum, omnes Sanctos, et te pater, orare pro me ad Dominum Deum Nostrum.
oleh sebab itu saya mohon kepada St. Maria tetap Perawan, kepada malaikat-agung St. Mikael, kepada Rasul Petrus dan Paulus, kepada semua orang kudus, dan kepadamu ya bapa, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.


P: Misereatur vestri omnipotens Deus, et, dimissis peccatis vestris, perducat vos ad vitam aeternam.
Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani engkau dan setelah mengampuni dosa-dosamu, menghantar engkau ke hidup yang kekal.


S:Amen.
Amin



[Imam memberikan Absolusi]
P:Indulgentiam,+ absolutionem, et remissionem peccatorum nostrorum, tribuat nobis omnipotens et misericors Dominus.
Semoga Tuhan yang mahakuasa dan maharahim memberi kita pengampunan +, pelepasan dan penghapusan dosa-dosa kita.


S:Amen.
Amin



[Imam melanjutkan, dengan kepala menunduk]
P: Deus, tu conversus vivificabis nos.
Ya Allah, berpalinglah kepada kami dan hidupkanlah kami


S:Et plebs tua laetabitur in te.
dan umatMu akan bersukacita karenaMu


P:Ostende nobis, Domine, misericordiam tuam.
Ya Tuhan, tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami


S:Et salutare tuum da nobis.
Dan berilah kami keselamatanMu


P:Domine, exuadi orationem meam.
Ya Tuhan, kabulkanlah doaku


S:Et clamor meus ad te veniat.
dan biarlah seruanKu sampai kehadapanMU


P:Dominus vobiscum.
Tuhan Bersamamu


S:Et cum spiritu tuo.
Dan bersama rohmu






Foto: Imam naik menuju Altar
[Imam naik menuju Altar dan mengucapkan Oremus dengan suara lantang]
P:Oremus.
Marilah Berdoa



[Imam tanpa bersuara mengucapkan doa ini pada saat melangkah menuju Altar]

Aufer a nobis, quaesumus, Domine, iniquitates nostras: ut ad Sancta sanctorum puris mereamur mentibus introire. Per Christum Dominum nostrum. Amen.
Jauhkanlah dari kami sikap tidak adil, kami mohon dengan sangat kepadaMu, Tuhan, berikanlah pemikiran yang suci bersih sehingga kami dapat masuk dalam kekudusan: Demi Kristus Tuhan kami. Amin


[Imam Mencium Altar di tempat relikui orang kudus tersimpan]

[Ia mengatakan:]
Oramus te, Domine, per merita Sanctorum tuorum, quorum reliquiae hic sunt, et omnium Sanctorum: ut indulgere digneris omnia peccata mea. Amen.
Kami sangat memohon kepadaMu, Tuhan, berdasarkan jasa orang kudus, terutama yang relikuinya tersimpan disini, dan semua orang kudus Allah, sudilah Engkau mengampuni dosa-dosaku. Amin.






Foto: Persiapan pendupaan (hanya ada pada High Mass dan Missa Cantata, dan Pontifical High Mass)

[untuk solemn atau high mass, misa meriah: Imam memberkati pedupaan, lalu mendupai altar]

Ab illo + benedicaris, in cujus honore cremaberis. Amen.


-> Antifon Pembuka (Introit) Lihat Proper hari yang bersangkutan




...lanjut ke Kyrie


Contoh Video (High Mass di Kapel Harrisburg, Philadelphia; Seminaris Mount St. Mary Seminar)




Penjelasan Video:

Menit ke:
0:00 Vesting (Imam mengenakan kasula -dibahas terpisah)
0:20 Doa Persiapan dan Mazmur 42
1:17 Confiteor Imam
1:48 Confiteor Server
2:22 Absolusi
2:39 Imam naik menuju Altar
2:50 Prosesi Pendupaan Altar (perhatikan Imam dan Diakon selalu genuflect
/ setengah berlutut setiap melintas di depan Tabernakel)




Text: Missale 1962
Terjemahan Indonesia: Rudy
Foto dan Video:
Mount St. Mary Seminar (klik untuk listing video lainnya)
Read more ...

Minggu, 21 Februari 2010

Bagian-bagian Misa Tridentine


Bagian-bagian Misa Tridentine (High mass)


Asperges. [Hanya hari Minggu]
Percikan air suci pada Hari Kebangkitan mengingatkan akan kebangkitan kita bersama dengan Kristus dalam Sakramen Baptis dan gambaran hubungan antara baptisan kepada Ekaristi. Asperges juga mengingatkan kembali percikan darah anak domba pada hari Yom Kippur, Hari Pendamaian.




(foto pada bagian Doa di kaki Altar: diambil saat Imam mendoakan Confiteor, berlutut)

Doa di kaki Altar Mazmur 42, Pengakuan (Confiteor), dan Mazmur Versikel.
Kurban Kudus diawali dengan sikap memohon dan harapan, pengakuan dosa (Imam serta server), menunjukkan ketidak laayakan untuk mengambil bagian dalam misteri kurban.


Pendupaan.
Imam mendupai Altar yang mengingatkan kita kepada Imam Besar yang akan memasuki Ruang Maha Kudus pada Hari Pendamaian (Yom Kippur), dengan asap dupa yang membubung mewakili doa-doa permohonan umat.

Merupakan ritual persiapan altar untuk memulai Misa.



Introit (harafiah: masuk).
Doa pengantar (bagian dari proper), biasanya diambil dari Mazmur, dan terkait dengan bacaan Epistola dan Injil pada kalender liturgi hari itu.


Kyrie (Tuhan Kasihanilah).
Doa mohon pengampunan, sebanyak 9x (masing-masing 3x untuk setiap Pribadi Illahi), supaya dibebaskan dari pencobaan hidup di dunia ini.
Kyrie berbeda dengan Confiteor karena pembebasan dari pencobaan yang kita mohonkan ini bukan semata-mata dari akibat dosa kita.


Gloria (Kemuliaan). [Pada masa prapaska dan advent tidak ada]

Pengingat akan kemenangan yang menanti bagi umat yang berhasil melalui pencobaan dalam hidup ini. (di Injil, dinyayikan oleh para Malaikat saat menyambut kelahiran Mesias)



Collect (Kolekta).
Doa imam yang berkaitan dengan bacaan hari tersebut


Epistle (Epistola).
Kebanyakan dari surat rasul Paulus, dan mengajar kita mengenai bagaimana hidup sebagai orang Kristiani.


Gradual & Alleluia.
Cuplikan ayat Mazmur yang perlahan mengangkat hati kita supaya bersiap mendengarkan Injil.
[pada masa Prapaskah dan Paskah, Allelulia digantikan oleh Traktus, yakni kutipan ayat dari Injil].



(Imam atau Diakon membaca Injil di sisi kiri Altar)

Injil.
Sabda Tuhan yang diambil dari salah satu Injil.
Merupakan bagian dari proper, berganti-ganti sesuai kalender liturgi hari itu.


Kredo.
Rangkuman Ajaran Kristen mengenai apa yang telah diwartakan dari Kitab Suci dan prasyarat untuk mengambil bagian dalam Kurban Kristus di Altar.



Doa dan Offertori.
Kutipan ayat Kitab Suci yang sesuai kalender hari itu, dengan penekanan kepada pedihnya makna pengorbanan



Pendupaan.
Ritual penyucian untuk Imam, pelayan altar (server), persembahan, altar, dan seluruh umat, semuanya yang dipersembahkan kepada Tuhan dalam konsekrasi kudus.



Sekreta. (bagian dari proper)
Doa pribadi imam yang menyatukan misa hari itu dengan Kurban.



Prefasi.
Prolog kemenangan untuk mulai masuk ke kanon, merupakan bagian dari proper, berbeda-beda sesuai kalender liturgy.




(foto diambil saat Pengangkatan Hosti)


Kanon Romawi.
Rangkaian doa dan permohonan, dengan perkataan Institusi Tuhan di bagian tengahnya (yang mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah)



Pater Noster (Bapa Kami).
Doa yang diajarkan Tuhan, didoakan imam sebagai epilog (penutup) Kanon



Cium Damai. [Hanya ada pada misa meriah]

Imam mencium Altar tempat Hosti diletakkan, dan saling menempelkan pipi dengan Diakon, lalu Diakon ke Sub Diakon, dan Sub Diakon ke Server.

Merupakan penggambaran karakter pengantara rahmat, mengalir dari Imam dan pelayan Allah, kepada umat; dan menghidupkan kisah pasca Kebangkitan (Injil Lukas 24:35-36)



Agnus Dei (Anak Domba Allah).
Kata-kata yang terkenal dari St. Yohanes Pembaptis diulangi 3x.

Anak Domba Allah menggambarkan Kurban yang sudah terjadi dan perjamuan yang akan dimulai.




(Perhatikan pada foto, umat menerima Komuni dengan berlutut dan di lidah, serta kaum perempuan mengenakan kerudung sebagai tanda ketaatan)

Komuni Kudus.
Penerimaan Tubuh, Darah, Roh, dan Keilahian Tuhan kita.


Ayat Komuni dan doa post-komuni

Kutipan ayat Injil untuk renungan setelah menerima Komuni Kudus, dilanjutkan doa proper. Masing-masing sesuai dengan kalender liturgi hari itu.



Berkat dan Pengutusan. "Ite, missa est" -- "Pergilah, [kau] diutus"

Sebagaimana Kurban Sang Putera sudah diserahkan kepada Bapa, maka kita juga diutus untuk menjadi saksi Terang



Injil Terakhir. Diambil dari Yohanes 1:1-14.
Pemberitahuan kemenangan yang mengakhiri misa dan rangkuman sempurna mengenai Misteri yang baru saja dirayakan. Misa berakhir dengan tanggapan syukur umat: Deo gratias: Syukur kepada Allah.




Disadur dari:
http://www.holytrinitygerman.org/schema.htm
Foto-
foto atas kebaikan hati Komunitas Maternal Heart of Mary, Lewisham, Sidney, selebran Imam persaudaraan FSSP.
http://www.maternalheart.org/
Read more ...