Tampilkan postingan dengan label latin mass. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label latin mass. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Agustus 2010

Laporan dari Bandung: Misa Ekstra Ordinaria, 29 Agustus 2010

Laporan dan foto dari Mea Culpa.

Bandung
Misa dalam forma ekstraordinaria (Tridentina / tridentinum) yang ketiga di Bandung, dilaksanakan di kapel Gereja Mahasiswa (GEMA), pukul 17 di Jl. Sultan Agung no. 4 Bandung.
Dihadiri oleh sekitar 80 orang, misa peringatan pemenggala kepala St. Yohanes Pembaptis ini dipimpin oleh imam dari Keuskupan Agung Jakarta (yang dengan halus meminta supaya namanya tetap anonim).

Berikut foto-foto dokumentasi (atas kebaikan hati Mea Culpa):


Altar


Aufer a nobis (imam melangkah ke altar, dan membaca doa ini)

Komuni (umat menerima di lidah, dan berlutut)


PS:
- berhubung privacy imam selebran, sebagian besar foto yang menampakkan wajah imam dihapus oleh redaksi.
Read more ...

Sabtu, 29 Mei 2010

Yuk mencintai (lagi) Gregorian


Dear all,
Setelah menengok blog rekan Onggo (klik di sini), rasanya kita sekalian perlu angkat topi kepada umat Paroki St. Bellarminus yang dengan susah payah berusaha berlatih menyanyikan gregorian dengan baik.
(emm... mereka, sebelumnya sudah 20 tahun tidak menyanyikannya).

Mari kita dukung dengan doa, dan (bagi warga paroki St. Bellarminus yang kebetulan membaca blog ini) ya kalau bisa ikut latihan.

Mengenal bahasa Latin, salah satunya adalah dengan mencinta lagu Gregorian, selain itu bisa dengan lebih sering mengikuti misa berbahasa Latin (baik misa Vatikan II, atau misa Tridentina).

====================================

Ini ada beberapa refensi web yang berguna untuk belajar Gregorian, silahkan dikunjungi:
(pada situs-situs ini, disediakan teks dalam format PDF dan sampel audio dalam format MP3) 

St. Antoine Daniel (Kyriale untuk misa Ekstra Ordinaria / Tridentina)
St. René Goupil (proper untuk misa Ekstra Ordinaria / Tridentina, hanya untuk hari minggu saja)

St. Isaac Jogues  (proper untuk misa Vatikan II, hanya hari minggu saja)

St. Lalande (project arsip teks-teks gregorian chant) 


Christus Rex  :

Proper untuk misa Tridentina (sepanjang tahun, audio MP3 dan text dalam bentuk GIF)

Proper untuk misa Vatikan II (sepanjang tahun, audi MP3 dan text dalam bentuk GIF)

Kyriale 



PS:
beberapa dokumen Gereja yang terkait dengan pentingnya lagu Gregorian (dan bahasa Latin):

Sacrosanctum Concilium art. 116
The Church acknowledges Gregorian chant as specially suited to the Roman liturgy:  therefore, other things being equal, it should be given pride of place in liturgical services.

But other kinds of sacred music, especially polyphony, are by no means excluded from liturgical celebrations, so long as they accord with the spirit of the liturgical action

--------------


General Instruction of the Roman Missal 41
All other things being equal, Gregorian chant holds pride of place because it is proper to the Roman Liturgy. Other types of sacred music, in particular polyphony, are in no way excluded, provided that they correspond to the spirit of the liturgical action and that they foster the participation of all the faithful.

Since faithful from different countries come together ever more frequently, it is fitting that they know how to sing together at least some parts of the Ordinary of the Mass in Latin, especially the Creed and the Lord’s Prayer, set to the simpler melodies.

--------------

Kardinal Ratzinger, The Spirit of the Liturgy, hal 148
On the one hand, there is pop music, which is certainly no longer supported by the people in the ancient sense (populus). It is aimed at the phenomenon of the masses, is industrially produced, and ultimately has to be described as a cult of the banal. “Rock”, on the other hand, is the expression of elemental passions, and at rock festivals it assumes a cultic character, a form of worship, in fact, in opposition to Christian worship.

People are, so to speak, released from themselves by the experience of being part of a crowd and by the emotional shock of rhythm, noise, and special lighting effects. However, in the ecstasy of having all their defenses torn down, the participants sink, as it were, beneath the elemental force of the universe.

The music of the Holy Spirit’s sober ine­briation seems to have little chance when self has become a prison, the mind is a shackle, and breaking out from both appears as a true promise of redemption that can be tasted at least for a few moments.

--------------


Bapa Suci Benediktus XVI, Sacramentum Caritatis art. 62
Similarly, the better-known prayers of the Church’s tradition should be recited in Latin and, if possible, selections of Gregorian chant should be sung.

Speaking more generally,
I ask that future priests, from their time in the seminary, receive the preparation needed to understand and to celebrate Mass in Latin, and also to use Latin texts and execute Gregorian chant; nor should we forget that the faithful can be taught to recite the more common prayers in Latin, and also to sing parts of the liturgy to Gregorian chant.
Read more ...

Selasa, 25 Mei 2010

Reportase: Misa Perdana dalam forma Ekstraordinaria Keuskupan Bandung

-------------
Reportase: Andreas Mulia
Foto: Andreas Mulia, Miller Lokanata, Mea Culpa
-------------


Reportase singkat mengenai Misa kemarin.
Misa dimulai terlambat 45 menit krn keterlambatan transportasi jemputan romo.
Tepat jam 10 dimulai dgn rosario latin spt biasa, tersedia teks missal utk Pentakosta dan teks rosario dan sekilas penjelasan Summorum Pontificum dan mengapa melaksanakan Misa Tridentina yang berbahasa Latin.
Kapel dipadati umat sampai luber keluar, jumlah yang hadir diperkirakan hampir mencapai 200 orang.

Misa dimulai dengan pemercikan air suci diiringi lagu Vidi Aquam dan selebran memakai cappa lalu berganti dgn kasula setelahnya.
Misa ini ternyata bukan misa cantata seperti yang diprediksi beberapa rekan, melainkan missa lecta (dilagukan DIBACAKAN) dengan pendupaan.

Schola (koor) mengiringi dgn lagu-lagu gregorian dan bbrp lagu gerejani Indonesia.
Khotbah mengenai peran Roh Kudus dalam Gereja yang sering dilupakan orang Katolik jaman sekarang.

Salah satu catatan menarik adalah, Romo Soekarno yang sangat lancar bahasa latinnya krn beliau ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1967 saat misa Tridentina ini masih berlaku.
Dan sejak ditahbiskan, beliau mengaku tidak pernah persembahkan Misa ini sejak ditahbiskan.

Umat secara aktif berpartisipasi menjaga keheningan (bahkan sebelum misa dimulai saat menunggu) dan ikut menjawab bagian bagian2 server dan lagu2 gregorian.  Yang hadir kebanyakan orang muda yang penuh semangat mengikutinya.

Misa berlangsung selama 2 jam lebih krn semua rubrik dibacakan dari missal, dan karena missa lecta, hampir semua  rubrik dilagukan oleh romo.
Komuni dibagikan kepada umat dengan di lidah, dengan posisi berlutut pada 6 buah kneeler (tempat berlutut) yang permukaan atasnya ditutupi kain linen (untuk memasukkan tangan umat di bawahnya).
Komuni berjalan tertib dgn romo sendiri yang membagikan komuni bolak-balik dari kiri ke kanan. Ada confiteor ke 2 sblm komuni.


Sebagai informasi, pada Misa Tridentina, karena umat menerima Komuni dengan berlutut, maka untuk mempercepat antrian, umat berjajar menyamping pada saat berlutut menerima Komuni.
Jadi, sang Romo membaginya sambil berjalan menyamping.

Komentar salah seorang anak muda yang hadir:
"Saya baru pertama kali ikut Misa ini dan terasa sekali lain dan sakral.  Kalau sudah ikut misa ini koq rasanya misa Paulus VI nggak ada apa2nya.  Kapan diadakan lagi...?"

Sy lampirkan bbrp foto tapi akan ada banyak foto2 profesional menyusul dari team Bandung/Ring 1...

per Marian ad Iesu.
A.M



--------------------------------------------------------------------------------


Foto-foto:


Altar


Perarakan masuk


 Pemercikan air suci dengan menyanyikan Vidi Aquam


Schola


Introibo Ad Altare Dei



TPE



Pendupaan Altar



Introit



Cappa



Hanc Igitur


Komuni



Foto-foto dari Miller bisa diakses di sini (klik)

-------------------
update 28 Mei 2010:
"missa lecta", seharusnya diberi penjelasan dalam kurung -DIBACAKAN, bukan dilagukan. Kesalahan ada pada saya -editor. Mohon maaf untuk itu.
Read more ...

Rabu, 12 Mei 2010

Bandung: Misa Hari Raya Pentakosta, 23 Mei 2010

 Ini undangannya, silahkan dicopy paste untuk disebarkan:
 (ps: peta menuju lokasi, belum tersedia saat ini)


Facebook Event (klik)


Post sebelumnya:
http://kcrt.blogspot.com/2010/04/bandung-23-mei-2010-pk-10-misa_13.html
Read more ...

Kamis, 29 April 2010

Filipina: Misa Pontikal H.E. Antonio R Tobias, Uskup Novaliches


 
*Dari Mark Bunag

Solemn pontifical High Mass oleh HE. Antonio R Tobias, Uskup Novaliches.
Misa dilaksanakan di Kapel Tujuh Duka Maria, Susteran Fransiscan dari Immaculata, Keuskupan Novaliches - Quezon Filipina; 27 April 27, 2010 pk10:30 waktu setempat.
Dihadiri oleh seluruh kongregasi suster, ordo ketiga, para sahabat, tetangga sekitar, dan para donatur.


Tambahan:
Misa dilaksanakan Bapa Uskup dari faldstool (semacam kursi kecil tanpa sandaran), sebagai ganti throne (tahta)



Keuskupan Novaliches:
http://novalichesdiocese.com/
http://www.rcam.org/suffragans/novaliches.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Roman_Catholic_Diocese_of_Novaliches
-------------------------------------

Foto-foto dari balik sakristi akan segera menyusul (atas kebaikan hati Mark Bunag)
*Mark Bunag : MC Keuskupan untuk Usus Antiquor (Tata liturgi Ekstra Ordinaria)




update:
Reportase Rorate Caeli: First Solemn Pontifical Mass by a ruling Filipino bishop in his diocese since 1970
Sakristi - Misa Pontifikal HE. Antonio R. Tobias
The Mass... Misa Pontifikal HE. Antonio Tobias, Novaliches - Quezon
Read more ...

Rabu, 28 April 2010

Pesta Santo Yosep, Pekerja - Suami SP. Maria, 1 Mei


 
Hari ini, 1 Mei, menurut penanggalan tradisional adalah Pesta Santo Yosep, Pekerja dan suami dari Santa Perawan Maria.

Pesta Santo Yosep merupakan pesta santo kelas 1 (artinya: wajib).


Proper misa yang digunakan adalah "Missa Sapienta" (diambil dari kata pertama pada bagian Introit proper hari tersebut)



Sapientia reddidit iustis mercedem laborum suorum, et deduxit illos in via mirabili, et fuit illis in velamento diei et in luce stellarum per noctem. [T.P. Alleluia, alleluia.]
Nisi Dominus adificaverit domum, in vanum laborant qui aedificant eam.
V.:Gloria Patri . . . -- Sapientia reddidit iustis . . .

Kebijaksanaan diberikan untuk mengupah pekerjanya dengan adil, dan dilakukannya dengan cara yang indah: dan ia ada pada mereka pada sianghari, dan cahaya bintang-bintang pada malam hari
V.: Kemuliaan kepada Bapa . . . -- Kebijaksanaan diberikan. . .



-----------------------------------
Referensi:
Kalender Liturgi: ordo 20010 Mei 
Teks proper : Virgo Mater Die
Read more ...

Sabtu, 10 April 2010

Misa Pontifical Extraordinary Form 24 April: Dario Cardinal Hoyos

Dari web yang di-launch oleh The Paulus Institute for the propogation of Sacred Liturgy  yang dikhususkan untuk menyebarluaskan event Misa Pontifikal yang menggunakan ritus ekstra ordinaria :


  • Event: Pontifical Solemn Mass
  • Lokasi: Basilica of the National Shrine, Washington DC, US
  • Tanggal: April 24, 2010 pada 1PM (jam setempat, GMT -5 Eastern Time US)
  • Selebran: His Eminence Darío Cardinal Castrillón Hoyos (Presiden Emeritus dari Pontifical Commission Ecclesia Dei)


Poster promosi dari Pontifical Mass (klik kanan utk download):


Penjelasan singkat tentang event ini (saya kutip dari PontificalMass.org) :

Misa ini adalah perayaan 5 tahun bertahtanya Bapa Suci Benediktus XVI, dan dirayakan menurut bentuk ekstra ordinaria (Extra Ordinary Form) ritus latin, sebagaimana yang digalakkan kembali oleh (alm) Bapa Suci Yohanes Paulus II (inisiator PCED, Ecclessia Dei) dan Bapa Suci Benediktus XVI (Summorum Pontificum 2007, dan Spirit of Liturgy)

Lokasi misa, National Shrine, adalah Gereja terbesar di barat (USA), dan termasuk 10 besar bangunan gereja terbesar yang masih ada.
Event ini dipromosikan, dan mengundang umat Katolik dari seluruh dunia, tidak terbatas pada regional USA dan Kanada saja.
Secara khusus, Paulus Institute mengundang umat muda, dan para pelajar - mahasiswa, yang menurut Bapa Suci Benediktus XVI "memiliki ketertarikan luar biasa terhadap bentuk misa ekstra ordinaria ini"





Ordo Militer Constantine St George

Para Ksatria dari Ordo Constantine Amerika Utara akan menjadi pengawal Kardinal Castrillon Hoyos selama prosesi meriah.





Poster (Firefox user: klik kanan dan view image, bisa dizoom CTRL +):





Catatan saya untuk rekan-rekan di Indonesia:

EWTN (link) TV akan menyiarkan misa ini secara live:

EXTRAORDINARY FORM OF THE MASS IN HONOR OF THE 5TH ANNIVERSARY OF THE INAUGURATION OF POPE BENEDICT XVI - LIVE (3 jam)
Dario Cardinal Castrillón Hoyos, President Emeritus of the Pontifical Commission "Ecclesia Dei", Celebrant and Homilist.
Sat 04/24/10 12:30 PM Eastern Time / 9:30 AM Pacific Time [Live, Jakarta: Minggu 25 April pk 00.30]
Sun 04/25/10 12:00 AM Eastern Time / (Sat) 9 PM Pacific Time  [Tunda, Jakarta: Senin 26 April pk 00.00] 






Bagi rekan-rekan yang menggunakan koneksi internet broadband, bisa menyaksikan live streaming dari EWTN:
Bagi pemakai decoder parabola Intelsat 8 (arah ke Australia), ini settingannya (mungkin lebih aman kalau dicoba dahulu sebelumnya):

EWTN Technical Information for Intelsat 8 
(formerly PAS-8)
Pacific Rim Service
 
Satellite: Intelsat 8 (IS-8)
(formerly PAS-8)
Orbital Location: 166° East
Transponder: 12
Downlink Frequency: 3940 MHz
L-Band Frequency: 1210 MHz
Downlink Polarization: Horizontal
Carrier: SA MCPC CDV
Modulation Type: QPSK
Symbol Rate: 27.69 Ms/s
FEC: 7/8
Network ID: 8002
Virtual Channel: 15
Video PID: 2560
Video Standard (EWTN): NTSC
Audio PIDs 2520 English
2522 EWTN Global Catholic Radio Network (English)
- Left Channel
2522 EWTN Radio Catolica Mundial (Spanish)
 - Right Channel
Read more ...

Minggu, 21 Februari 2010

Jenis Missa, dan fotonya

Rekan-rekan pembaca,
artikel-artikel mendatang akan berisi banyak istilah: High Mass, Low mass, dll.. maka akan saya coba untuk jelaskan dahulu artinya.

Semoga bisa menangkap gambarannya, dan pembahasan menjadi menarik.

==============================================




Misa Kudus dibagi menjadi 2 jenis:


1. Sung Mass (Missa in Cantu)
Ciri khas: Imam menyanyikan bagian-bagian rubrik misa
Biasa dilaksanakan pada: Misa Hari Raya

Sung Mass, dibagi lagi menjadi:
A. High Mass
(atau sering disebut Solemn Mass, Misa Meriah)
Bila Imam selebran dibantu oleh Diakon (dan misdinar)

B. Missa Cantata
Bila Imam selebran merayakannya sendiri (dibantu hanya oleh misdinar saja)

add:
*Solemn Mass yang dirayaan oleh Uskup, disebut sebagai Pontifical Mas

2. Low Mass (Missa Lecta)
Ciri khas: Imam membaca (berbisik) keseluruhan rubrik misa
Biasa dilaksanakan pada: misa harian, misa pribadi imam, misa minggu di luar hari raya, misa arwah




Contoh Foto:

Solemn Mass
(atas kebaikan hati Mulier Fortis, UK. Klik untuk lihat halaman lengkapnya)


Foto diambil saat Confiteor Server (setelah Confiteor Imam) :
Imam (di tengah), diapit oleh Diakon (bedakan bentuk kasula, ujungnya, dengan milik Imam).
Karena tidak semua paroki memiliki Vestment set yang cukup -dengan warna liturgi yang sesuai dengan Hari Raya tertentu- untuk Solemn Mass (dengan 3 kasula: 1 untuk imam, dan 2 untuk diakon) bisa saja diakon memakai kostum seperti server.

Note: Di paroki yang banyak pastor dan minim diakon, bisa saja pastor lain lagi yang mengambil bagian sebagai diakon.
Klik foto untuk melihatnya pada resolusi 1600 pixel



Foto diambil saat Pengangkatan Hosti.
Perhatikan 1 Diakon mengangkat ujung kanan kasula imam, supaya tangan kanan imam bisa bergerak lebih tinggi saat mengangkat Hosti Kudus.
1 Diakon lagi berlutut di belakang, diapit oleh misdinar.
Klik foto untuk melihatnya pada resolusi 1600 pixel


Missa cantata

(atas kebaikan hati Mulier Fortis, UK. Klik untuk lihat halaman lengkapnya)



1 Imam, dibantu misdinar saja, tanpa diakon.
Perhatikan bahwa foto ini adalah missa requiem (misa arwah), maka kasula imam berwarna hitam.
(sebenarnya, contoh paling baik untuk missa cantata adalah video, akan saya susulkan segera bila ada)
Klik foto untuk melihatnya pada resolusi 1600 pixel


Low Mass
(Foto oleh: Shawn Tribe, New Liturgical Movement <-klik untuk artikel )






Perhatikan: 1 imam, dan 1 server.
Di latar depan adalah Altar Rail (pembatas antara Sanctuary / Panti imam, dengan area umat)






Foto diambil saat penerimaan Komuni.
Perhatikan misdinar (server) membawa Patena (semacam piring, dari kuningan dan dilapis emas 23K) yang diletakkan di bawah dagu umat saat Hosti diberikan, untuk memastikan Hosti atau Remahannya tidak jatuh.


Dan di Altar Rail juga ada kain linen yang berguna untuk menahan Remahan Suci jaga-jaga bila jatuh, tidak langsung ke lantai.



Pontifical High Mass
(foto atas kebaikan hati Schola Sainte Cécile utk selengkapnya)

Keterangan:
Pesta SP Maria Bunda Penolong, 27 Juni Pesta. Yang Mulia Uskup Athanasius Schneider, Titular Uskup Celerina, pembantu uskup Karaganda (Kazakhstan) merayakan misa Pontifical pentahbisan imam baru 5 imam Persaudaraan Saint Peter di Wigratzbad



Introit: Pendupaan Altar




Foto: menjelang tahbisan.
Perhatikan Bapak Uskup diapit oleh Diakon, lalu paling kiri belakang adalah Sub-Diakon.
Dan 4 server ada di depan.
Perhatikan tangan Bapak Uskup.


Foto: YM Mgr Schneider memberikan homili.

Foto: Prefasi (sebelum Sanctus dan Kanon)


Foto: Memadahkan Te Deum sebelum Berkat-Pengutusan

Klik ini untuk melihat foto yang lebih banyak






Referensi:
The New Rubric of Roman Breviary and Missal, hal. 51
Terjemahan Latin-Inggris oleh Rev. Patrick L. Murphy
New South Wales 1960
Nihil Obstat: Jacobus Carrol, Vikjen Sindey

Buku atas kebaikan hati Komunitas Maternal Heart, Sidney
Read more ...