Tampilkan postingan dengan label tlm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tlm. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Oktober 2010

Bandung 31 Okt - Misa Forma Ekstraordinaria Pesta Kristus Raja

Undangan Misa Ekstraordinaria pada hari Pesta Kristus Raja dari rekan-rekan di Bandung.

  • Minggu, 31 Oktober 2010. 
  • Pk. 10.00 - 12.00
  • Kapel Susteran Ursulin St. Angela , Jl, Merdeka no. 24 Bandung




Peta Lokasi:


Facebook event (klik)
Read more ...

Selasa, 28 September 2010

Foto TLM Bandung 26 Sept 2010

Foto-foto atas kebaikan hati Mea Culpa.
Reportase menyusul.



Persiapan Altar


Doa di kaki altar

Confiteor server (usai Confiteor imam)

Offertory

Elevasi Tubuh Tuhan
Elevasi Piala
Komuni umat

Schola Cantorum

Proficiat untuk rekan-rekan semua... Viva Sancta Missa Tridentina!
Read more ...

Minggu, 20 Juni 2010

Misa Tridentina Jakarta Barat, 10 Juli

10 Juli 2010
Peringatan Martir St. Rufina dan Secunda

Warna Liturgi: Merah

Rufina dan adiknya Secunda adalah anak-anak dari seorang Senator Romawi. Mereka dibunuh secara kejam kira-kira pada tahun 257, selama masa penganiayaan orang-orang Kristen oleh kaisar Valerianus (253-260).

Menurut tradisi, Rufina dan Secunda bertunangan dengan dua orang pemuda beragama Kristen.
Rufina bertunangan dengan Armentarius dan Secunda dengan Verinus. Selama masa penganiayaan, kedua lelaki Kristen itu dengan semangat menyebarkan agama Kristen.
Rufina dan Secunda sebaliknya enggan melakukan hal itu.

Kedua bersaudara itu pergi ke Roma dan di sana mereka ditangkap dan dipenjarakan.
Tak satu siksaan pun mampu mematahkan ketetapan hati dan keteguhan iman mereka.
Karena itu akhimya mereka dibunuh. Jenazah mereka dimakamkan di basilika Santo Yohanes Lateran, Gereja Katedral kota Roma.

Sumber: Buku ‘Orang Kudus Sepanjang Tahun’ yang disusun oleh Mgr. Nicolaas Martinus Schneiders, CICM. Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta, Tahun 2008 (seperti yang dikutip oleh Katedral Purwokerto)

===============

Lokasi Misa: 
INTI College,
Jalan Arjuna Utara No. 35 Kel. Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat
(turun pintu tol Kebon Jeruk) (klik untuk melihat peta)



 Ordinarium:

 Proper Misa:

Undangan:
Read more ...

Sabtu, 29 Mei 2010

Yuk mencintai (lagi) Gregorian


Dear all,
Setelah menengok blog rekan Onggo (klik di sini), rasanya kita sekalian perlu angkat topi kepada umat Paroki St. Bellarminus yang dengan susah payah berusaha berlatih menyanyikan gregorian dengan baik.
(emm... mereka, sebelumnya sudah 20 tahun tidak menyanyikannya).

Mari kita dukung dengan doa, dan (bagi warga paroki St. Bellarminus yang kebetulan membaca blog ini) ya kalau bisa ikut latihan.

Mengenal bahasa Latin, salah satunya adalah dengan mencinta lagu Gregorian, selain itu bisa dengan lebih sering mengikuti misa berbahasa Latin (baik misa Vatikan II, atau misa Tridentina).

====================================

Ini ada beberapa refensi web yang berguna untuk belajar Gregorian, silahkan dikunjungi:
(pada situs-situs ini, disediakan teks dalam format PDF dan sampel audio dalam format MP3) 

St. Antoine Daniel (Kyriale untuk misa Ekstra Ordinaria / Tridentina)
St. René Goupil (proper untuk misa Ekstra Ordinaria / Tridentina, hanya untuk hari minggu saja)

St. Isaac Jogues  (proper untuk misa Vatikan II, hanya hari minggu saja)

St. Lalande (project arsip teks-teks gregorian chant) 


Christus Rex  :

Proper untuk misa Tridentina (sepanjang tahun, audio MP3 dan text dalam bentuk GIF)

Proper untuk misa Vatikan II (sepanjang tahun, audi MP3 dan text dalam bentuk GIF)

Kyriale 



PS:
beberapa dokumen Gereja yang terkait dengan pentingnya lagu Gregorian (dan bahasa Latin):

Sacrosanctum Concilium art. 116
The Church acknowledges Gregorian chant as specially suited to the Roman liturgy:  therefore, other things being equal, it should be given pride of place in liturgical services.

But other kinds of sacred music, especially polyphony, are by no means excluded from liturgical celebrations, so long as they accord with the spirit of the liturgical action

--------------


General Instruction of the Roman Missal 41
All other things being equal, Gregorian chant holds pride of place because it is proper to the Roman Liturgy. Other types of sacred music, in particular polyphony, are in no way excluded, provided that they correspond to the spirit of the liturgical action and that they foster the participation of all the faithful.

Since faithful from different countries come together ever more frequently, it is fitting that they know how to sing together at least some parts of the Ordinary of the Mass in Latin, especially the Creed and the Lord’s Prayer, set to the simpler melodies.

--------------

Kardinal Ratzinger, The Spirit of the Liturgy, hal 148
On the one hand, there is pop music, which is certainly no longer supported by the people in the ancient sense (populus). It is aimed at the phenomenon of the masses, is industrially produced, and ultimately has to be described as a cult of the banal. “Rock”, on the other hand, is the expression of elemental passions, and at rock festivals it assumes a cultic character, a form of worship, in fact, in opposition to Christian worship.

People are, so to speak, released from themselves by the experience of being part of a crowd and by the emotional shock of rhythm, noise, and special lighting effects. However, in the ecstasy of having all their defenses torn down, the participants sink, as it were, beneath the elemental force of the universe.

The music of the Holy Spirit’s sober ine­briation seems to have little chance when self has become a prison, the mind is a shackle, and breaking out from both appears as a true promise of redemption that can be tasted at least for a few moments.

--------------


Bapa Suci Benediktus XVI, Sacramentum Caritatis art. 62
Similarly, the better-known prayers of the Church’s tradition should be recited in Latin and, if possible, selections of Gregorian chant should be sung.

Speaking more generally,
I ask that future priests, from their time in the seminary, receive the preparation needed to understand and to celebrate Mass in Latin, and also to use Latin texts and execute Gregorian chant; nor should we forget that the faithful can be taught to recite the more common prayers in Latin, and also to sing parts of the liturgy to Gregorian chant.
Read more ...

Minggu, 18 April 2010

Contoh Kalender Liturgi untuk Misa bentuk Ekstra Ordinaria

Berikut contoh Kalender Liturgi (dan website-nya) yang bisa dipergunakan sebagai referensi penyelenggaraan misa Tridentina

Ada 2 sumber (sebenarnya 3, bila Ordinarium -bacaan tetap Misa juga dihitung -tapi sudah ada terjemahan di Mas Rudy, Puri Indah):


1. Ordo 2010 dari Latin Mass Society of English and Wales
Website (klik)

Contoh untuk Mei, tanggal 1 (Hari Raya Wajib St. Yosep pekerja, kelas 1):
Klik ini untuk jadwal sepanjang tahun
Klik ini untuk kalender bulan Mei saja



2. Proper Missa (bagian bacaan dan doa yang berubah-ubah sepanjang tahun)
Dari Virgo Mater Die (klik)

Contoh untuk bulan Mei tanggal 1:
(klik untuk melihat halaman detilnya)

Read more ...

Sabtu, 10 April 2010

Misa Pontifical Extraordinary Form 24 April: Dario Cardinal Hoyos

Dari web yang di-launch oleh The Paulus Institute for the propogation of Sacred Liturgy  yang dikhususkan untuk menyebarluaskan event Misa Pontifikal yang menggunakan ritus ekstra ordinaria :


  • Event: Pontifical Solemn Mass
  • Lokasi: Basilica of the National Shrine, Washington DC, US
  • Tanggal: April 24, 2010 pada 1PM (jam setempat, GMT -5 Eastern Time US)
  • Selebran: His Eminence Darío Cardinal Castrillón Hoyos (Presiden Emeritus dari Pontifical Commission Ecclesia Dei)


Poster promosi dari Pontifical Mass (klik kanan utk download):


Penjelasan singkat tentang event ini (saya kutip dari PontificalMass.org) :

Misa ini adalah perayaan 5 tahun bertahtanya Bapa Suci Benediktus XVI, dan dirayakan menurut bentuk ekstra ordinaria (Extra Ordinary Form) ritus latin, sebagaimana yang digalakkan kembali oleh (alm) Bapa Suci Yohanes Paulus II (inisiator PCED, Ecclessia Dei) dan Bapa Suci Benediktus XVI (Summorum Pontificum 2007, dan Spirit of Liturgy)

Lokasi misa, National Shrine, adalah Gereja terbesar di barat (USA), dan termasuk 10 besar bangunan gereja terbesar yang masih ada.
Event ini dipromosikan, dan mengundang umat Katolik dari seluruh dunia, tidak terbatas pada regional USA dan Kanada saja.
Secara khusus, Paulus Institute mengundang umat muda, dan para pelajar - mahasiswa, yang menurut Bapa Suci Benediktus XVI "memiliki ketertarikan luar biasa terhadap bentuk misa ekstra ordinaria ini"





Ordo Militer Constantine St George

Para Ksatria dari Ordo Constantine Amerika Utara akan menjadi pengawal Kardinal Castrillon Hoyos selama prosesi meriah.





Poster (Firefox user: klik kanan dan view image, bisa dizoom CTRL +):





Catatan saya untuk rekan-rekan di Indonesia:

EWTN (link) TV akan menyiarkan misa ini secara live:

EXTRAORDINARY FORM OF THE MASS IN HONOR OF THE 5TH ANNIVERSARY OF THE INAUGURATION OF POPE BENEDICT XVI - LIVE (3 jam)
Dario Cardinal Castrillón Hoyos, President Emeritus of the Pontifical Commission "Ecclesia Dei", Celebrant and Homilist.
Sat 04/24/10 12:30 PM Eastern Time / 9:30 AM Pacific Time [Live, Jakarta: Minggu 25 April pk 00.30]
Sun 04/25/10 12:00 AM Eastern Time / (Sat) 9 PM Pacific Time  [Tunda, Jakarta: Senin 26 April pk 00.00] 






Bagi rekan-rekan yang menggunakan koneksi internet broadband, bisa menyaksikan live streaming dari EWTN:
Bagi pemakai decoder parabola Intelsat 8 (arah ke Australia), ini settingannya (mungkin lebih aman kalau dicoba dahulu sebelumnya):

EWTN Technical Information for Intelsat 8 
(formerly PAS-8)
Pacific Rim Service
 
Satellite: Intelsat 8 (IS-8)
(formerly PAS-8)
Orbital Location: 166° East
Transponder: 12
Downlink Frequency: 3940 MHz
L-Band Frequency: 1210 MHz
Downlink Polarization: Horizontal
Carrier: SA MCPC CDV
Modulation Type: QPSK
Symbol Rate: 27.69 Ms/s
FEC: 7/8
Network ID: 8002
Virtual Channel: 15
Video PID: 2560
Video Standard (EWTN): NTSC
Audio PIDs 2520 English
2522 EWTN Global Catholic Radio Network (English)
- Left Channel
2522 EWTN Radio Catolica Mundial (Spanish)
 - Right Channel
Read more ...

Minggu, 21 Februari 2010

Jenis Missa, dan fotonya

Rekan-rekan pembaca,
artikel-artikel mendatang akan berisi banyak istilah: High Mass, Low mass, dll.. maka akan saya coba untuk jelaskan dahulu artinya.

Semoga bisa menangkap gambarannya, dan pembahasan menjadi menarik.

==============================================




Misa Kudus dibagi menjadi 2 jenis:


1. Sung Mass (Missa in Cantu)
Ciri khas: Imam menyanyikan bagian-bagian rubrik misa
Biasa dilaksanakan pada: Misa Hari Raya

Sung Mass, dibagi lagi menjadi:
A. High Mass
(atau sering disebut Solemn Mass, Misa Meriah)
Bila Imam selebran dibantu oleh Diakon (dan misdinar)

B. Missa Cantata
Bila Imam selebran merayakannya sendiri (dibantu hanya oleh misdinar saja)

add:
*Solemn Mass yang dirayaan oleh Uskup, disebut sebagai Pontifical Mas

2. Low Mass (Missa Lecta)
Ciri khas: Imam membaca (berbisik) keseluruhan rubrik misa
Biasa dilaksanakan pada: misa harian, misa pribadi imam, misa minggu di luar hari raya, misa arwah




Contoh Foto:

Solemn Mass
(atas kebaikan hati Mulier Fortis, UK. Klik untuk lihat halaman lengkapnya)


Foto diambil saat Confiteor Server (setelah Confiteor Imam) :
Imam (di tengah), diapit oleh Diakon (bedakan bentuk kasula, ujungnya, dengan milik Imam).
Karena tidak semua paroki memiliki Vestment set yang cukup -dengan warna liturgi yang sesuai dengan Hari Raya tertentu- untuk Solemn Mass (dengan 3 kasula: 1 untuk imam, dan 2 untuk diakon) bisa saja diakon memakai kostum seperti server.

Note: Di paroki yang banyak pastor dan minim diakon, bisa saja pastor lain lagi yang mengambil bagian sebagai diakon.
Klik foto untuk melihatnya pada resolusi 1600 pixel



Foto diambil saat Pengangkatan Hosti.
Perhatikan 1 Diakon mengangkat ujung kanan kasula imam, supaya tangan kanan imam bisa bergerak lebih tinggi saat mengangkat Hosti Kudus.
1 Diakon lagi berlutut di belakang, diapit oleh misdinar.
Klik foto untuk melihatnya pada resolusi 1600 pixel


Missa cantata

(atas kebaikan hati Mulier Fortis, UK. Klik untuk lihat halaman lengkapnya)



1 Imam, dibantu misdinar saja, tanpa diakon.
Perhatikan bahwa foto ini adalah missa requiem (misa arwah), maka kasula imam berwarna hitam.
(sebenarnya, contoh paling baik untuk missa cantata adalah video, akan saya susulkan segera bila ada)
Klik foto untuk melihatnya pada resolusi 1600 pixel


Low Mass
(Foto oleh: Shawn Tribe, New Liturgical Movement <-klik untuk artikel )






Perhatikan: 1 imam, dan 1 server.
Di latar depan adalah Altar Rail (pembatas antara Sanctuary / Panti imam, dengan area umat)






Foto diambil saat penerimaan Komuni.
Perhatikan misdinar (server) membawa Patena (semacam piring, dari kuningan dan dilapis emas 23K) yang diletakkan di bawah dagu umat saat Hosti diberikan, untuk memastikan Hosti atau Remahannya tidak jatuh.


Dan di Altar Rail juga ada kain linen yang berguna untuk menahan Remahan Suci jaga-jaga bila jatuh, tidak langsung ke lantai.



Pontifical High Mass
(foto atas kebaikan hati Schola Sainte Cécile utk selengkapnya)

Keterangan:
Pesta SP Maria Bunda Penolong, 27 Juni Pesta. Yang Mulia Uskup Athanasius Schneider, Titular Uskup Celerina, pembantu uskup Karaganda (Kazakhstan) merayakan misa Pontifical pentahbisan imam baru 5 imam Persaudaraan Saint Peter di Wigratzbad



Introit: Pendupaan Altar




Foto: menjelang tahbisan.
Perhatikan Bapak Uskup diapit oleh Diakon, lalu paling kiri belakang adalah Sub-Diakon.
Dan 4 server ada di depan.
Perhatikan tangan Bapak Uskup.


Foto: YM Mgr Schneider memberikan homili.

Foto: Prefasi (sebelum Sanctus dan Kanon)


Foto: Memadahkan Te Deum sebelum Berkat-Pengutusan

Klik ini untuk melihat foto yang lebih banyak






Referensi:
The New Rubric of Roman Breviary and Missal, hal. 51
Terjemahan Latin-Inggris oleh Rev. Patrick L. Murphy
New South Wales 1960
Nihil Obstat: Jacobus Carrol, Vikjen Sindey

Buku atas kebaikan hati Komunitas Maternal Heart, Sidney
Read more ...