Tampilkan postingan dengan label paskah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label paskah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 April 2010

Ringkasan Masa Paskah s/d Pentakosta:

Hari-hari dalam Oktaf Paskah:

Minggu Paskah 
Hari Raya Kebangkitan

Paskah Senin : Jalan Emaus

Paskah Kamis :  Peringatan keberangkatan

Paskah Jumat : Hari favorit untuk ziarah.

Minggu (Low sunday, hari terakhir oktaf):
Hari oktaf-paling istimewa dalam setahun. Komuni pertama untuk anak-anak.
[note: dalam kalender liturgi misa baru, ini dinamakan Hari Minggu Paskah II] 


Hari Minggu - hari minggu dalam masa Paskah :

Minggu Gembala Baik
Sebuah refleksi tentang Kristus gembala yang baik bagi jiwa kita.

Minggu ketiga setelah Paskah

Sebuah nasihat tentang bagaimana cara hidup umat Kristus
.
Minggu keempat Setelah Paskah
Mengajar tentang kelemahlembutan dan kesabaran umat Kristus dan penjelasan tentang Kenaikan Yesus Kristus.

Minggu kelima setelah Paskah
Kebebasan yang diterima dari Perjanjian Baru dan kesempurnaan dalam doa dan Roh.

Senin, Selasa, dan Rabu sebelum Kamis Kenaikan Tuhan : Hari berdoa (rogation day)



Kamis: Hari Raya Kenaikan Tuhan
Tepat empat puluh hari setelah Paskah, Tuhan kita naik ke surga.
Lilin Paskah dipadamkan.
Sejak Hari Raya Kenaikan Tuhan (Kamis) hingga Pentakosta : Novena Roh Kudus

Hari Minggu dalam Oktaf Kenaikan Yesus Kristus
Sebuah persiapan gembira untuk Pentakosta.

(ilustrasi: Tuhan naik ke surga. diambil dari St. Joseph Daily Missal, 1925. 
klik pada gambar untuk memperbesar)

 

Hari-hari dalam Oktaf Pentakosta:

Pentakosta (Whitsunday)
Lima puluh hari setelah Paskah, turunnya Roh Kudus pada para rasul.
Salah satu dari tiga pesta besar tahun liturgi
Warna liturgi: Merah (untuk mengingat turunnya Roh Kudus atas para rasul)


Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dalam Oktaf Pentakosta: Ember Days (Hari pertobatan)





referensi:  
Paroki Holy Trinity German (sudah bubar)
Read more ...

Kamis, 08 April 2010

Oktaf Paskah: Hari Raya Paskah s/d Minggu Paskah I (Low Sunday)

Masa Paskah merupakan satu masa gembira yang terdiri dari beberapa tahap yang berbeda.

Yang pertama adalah Oktaf Paskah, berlangsung dari hari Minggu Paskah ke Minggu "Rendah" (Low Sunday).
Ini terdiri dari delapan hari sukacita atas kemenangan Juruselamat kita terhadap kematian, serta anugerah kehidupan kekal yang diberikan kepada umat yang baru dibaptis.
Bahkan, katekumen terbaptis dalam tradisi akan menerima baju putih di saat baptisan mereka pada Sabtu Suci malam (malam Paskah) dan akan terus memakainya untuk 8 hari dalam minggu ini.
Mereka akan melepas simbol hidup baru mereka pada hari Minggu berikutnya (akhir dari oktaf), yang dalam bahasa Latin disebut Dominica in albis



Low Sunday (Minggu pertama setelah paskah)
Selama berabad-abad hari Minggu pertama setelah Paskah adalah juga hari ketika anak-anak akan menerima Komuni mereka untuk pertama kali.
Saat anak-anak menerima Komuni Kudus pertama kali, seringkali dengan ayah dan ibunya berlutut di samping mereka.
Demikian pentingnya peristiwa ini, sehingga banyak yang menyebutnya: “peristiwa terindah dalam hidupku.”

Penutupan Oktaf Paskah, bagaimanapun, tidak mengakhiri kegembiraan dari masa Paskah.
Allelulia terus didaraskan dalam Misa dan jam kudus;
Vidi Aquam dan Regina Caeli dikumandangkan menggantikan Asperges Me dan Angelus, dan lilin Paskah yang masih menyala terang.
Hingga tibanya hari raya Kamis – Kenaikan Tuhan.



Keraguan St Thomas: Injil pada Minggu setelah Paskah (Low Sunday)

Ilustrasi: Tuhan yang bangkit menunjukkan luka di sisi-Nya kepada St Thomas, yang meletakkan tangan di sana.
Yesus juga menunjukkan luka di tangannya dan kakinya:

Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." (Yohanes 20:27 ).
Para Rasul lainnya berdiri di belakang Yesus, St Thomas sendirian.
Mereka sudah melihat, dan mereka percaya.

Akhirnya berteriaklah Santo Thomas:
"Ya Tuhanku dan Allahku!"
Yesus berkata kepadanya:
"Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Yohanes 20:28.29).
Read more ...