Kamis, 18 Maret 2010

COLLECTA: Doa pertama dalam Misa Kudus

Setelah Gloria selesai, Imam mencium Altar dan, berbalik kepada rakyat, berkata:
Dominus Vobiscum.

Sebelumnya, dia telah menyapa para pelayannya (dan umat) dengan sapaan ini, tetapi dia saat itu berada di kaki Altar; itu adalah semacam perpisahan, sebab,
ketika di kaki Altar tersebut, ia sesaat lagi hendak masuk ke dalam Awan.
Ia tampak enggan untuk meninggalkan umat, sampai dia telah mengucapkan Dominus Vobiscum, mengungkapkan cinta kasihnya kepada mereka yang telah berdoa bersama dengannya.

Tapi, sekarang pada saat Kolekta, Gereja memiliki maksud berbeda dengan menggunakan dua kata ini (Dominus Vobiscum) yakni supaya umat memperhatikan sesaat lagi momen berharga ini, yang akan dipersembahkan Imam kepada Allah.

Kolekta ini berisi permohonan umat.
Berasal dari bahasa Latin colligere, yang berarti mengumpulkan hal-hal yang sebelumnya ada tetapi terpisah-pisah.

Kolekta ini sangat penting. Oleh karena itu, Bunda Gereja mendesak kita untuk mendengarkan dengan rasa hormat dan penuh pengabdian.
Menurut penggunaan monastik, paduan suara membungkuk mendalam saat Imam mendoakan kolekta ini.

Ketika Kolekta selesai, Koor menjawab Amin,


Doa pertama dalam misa ini juga ada pada Vesper, Lauda, dan Matin (pada ritus Monastik); pada Brevir Romawin, hanya mendoakannya pada Matin Natal, sebelum misa tengah malam.
Semua ini menunjukkan kepada kita bagaimana pentingnya Kolekta bagi Gereja; yang mencirikan liturgi pada hari ini, dan mengapa doa ini diawali oleh oleh: Dominus Vobiscum, yang seolah-olah Imam berkata kepada orang-orang:
Perhatian…. apa yang sekarang akan aku katakan, adalah yang sangat penting.

Selain itu, Imam, ketika di sini mengatakan Dominus Vobiscum, menoleh ke arah umat, hal yang tidak ia lakukan ketika ia mengucapkan kata tersebut saat berada di kaki Altar.

Tapi karena sekarang naik ke sana, dan setelah menerima pengampunan dari Tuhan, ia mengumumkan kepada umat dengan membuka tangannya, ia berkata:
Dominus Vobiscum.
Umat menjawab: Et cum Spiritu tuo.

Kemudian Imam, merasakan bahwa umat telah bersatu dengannya, berkata:
Oremus; Mari kita berdoa.
(apabila misa dipersembahkan oleh Uskup atau sederajat: Pax Vobis)
 
(Pax Vobis yang diucapkan di sini apabila Misa dirayakan oleh Wali Gereja, adalah bentuk yang sangat kuno. Itu salam dalam adat orang Yahudi kuno. )

Imam harus merentangkan kedua lengannya, saat mendoakan Kolekta.
Saat ini, ia sedang meneladan cara berdoa kuno, yang digunakan oleh umat Kristen perdana.
Seperti Tuhan kita telah direntangkan lengan-Nya di kayu salib, dan berdoa bagi kita, demikianlah Imam berdoa bagi umatnya.
 
Penggunaan kuno ini telah disampaikan kepada kita, dalam lukisan
di Katakombe, yang menggambarkan doa yang dicerminkan dalam sikap: maka, nama Orantes, diberikan kepada sikap tubuh tersebut.
 
Di Timur, praktek berdoa dengan tangan terentang bersifat universal; di negara-negara Barat, itu telah menjadi sangat langka, dan hanya digunakan pada kesempatan khusus.

Hanya Imam yang berdoa dalam sikap tubuh  demikian, karena ia mewakili Tuhan kita, yang menawarkan doa yang tak terhingga nilainya saat Dia tergantung di kayu salib;
Dia mempersembahkannya kepada Bapa-Nya Kekal.




Contoh Kolekta:
16 Maret 2010 Missa "Exáudi, Deus"

Dominus vobiscum.
R. Et cum spiritu tuo.

Oremus.

Sacræ nobis, quæsumus, Dómine, observatiónis jejúnia: et piæ conversatiónis augméntum, et tuae propitiatiónis contínuum præstent auxílium.
Per Dominum Jesum Christum, Filium Tuum, Qui Tecum vivit et regnat in unitate Spiritus Sancti, Deus,

Per omnia saecula saeculorum.

R. Amen.





sumber:
Explanation of the Prayers and Ceremonies of  Holy Mass  by
Dom Prosper Guéranger - Abbot of Solesmes
Benedictine Congregation St. Mary’s Abbey, Stanbrook June 14. 1885

Contoh Collecta dari:
Missale 1962

0 komentar:

Poskan Komentar

Selamat datang, silahkan post komentar atau saran Anda.
Komentar anti Katolik akan saya delete. Trims.
PS: gunakan pilihan Name/Url bila kesulitan menggunakan account.