Kamis, 08 April 2010

Oktaf Paskah: Hari Raya Paskah s/d Minggu Paskah I (Low Sunday)

Masa Paskah merupakan satu masa gembira yang terdiri dari beberapa tahap yang berbeda.

Yang pertama adalah Oktaf Paskah, berlangsung dari hari Minggu Paskah ke Minggu "Rendah" (Low Sunday).
Ini terdiri dari delapan hari sukacita atas kemenangan Juruselamat kita terhadap kematian, serta anugerah kehidupan kekal yang diberikan kepada umat yang baru dibaptis.
Bahkan, katekumen terbaptis dalam tradisi akan menerima baju putih di saat baptisan mereka pada Sabtu Suci malam (malam Paskah) dan akan terus memakainya untuk 8 hari dalam minggu ini.
Mereka akan melepas simbol hidup baru mereka pada hari Minggu berikutnya (akhir dari oktaf), yang dalam bahasa Latin disebut Dominica in albis



Low Sunday (Minggu pertama setelah paskah)
Selama berabad-abad hari Minggu pertama setelah Paskah adalah juga hari ketika anak-anak akan menerima Komuni mereka untuk pertama kali.
Saat anak-anak menerima Komuni Kudus pertama kali, seringkali dengan ayah dan ibunya berlutut di samping mereka.
Demikian pentingnya peristiwa ini, sehingga banyak yang menyebutnya: “peristiwa terindah dalam hidupku.”

Penutupan Oktaf Paskah, bagaimanapun, tidak mengakhiri kegembiraan dari masa Paskah.
Allelulia terus didaraskan dalam Misa dan jam kudus;
Vidi Aquam dan Regina Caeli dikumandangkan menggantikan Asperges Me dan Angelus, dan lilin Paskah yang masih menyala terang.
Hingga tibanya hari raya Kamis – Kenaikan Tuhan.



Keraguan St Thomas: Injil pada Minggu setelah Paskah (Low Sunday)

Ilustrasi: Tuhan yang bangkit menunjukkan luka di sisi-Nya kepada St Thomas, yang meletakkan tangan di sana.
Yesus juga menunjukkan luka di tangannya dan kakinya:

Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." (Yohanes 20:27 ).
Para Rasul lainnya berdiri di belakang Yesus, St Thomas sendirian.
Mereka sudah melihat, dan mereka percaya.

Akhirnya berteriaklah Santo Thomas:
"Ya Tuhanku dan Allahku!"
Yesus berkata kepadanya:
"Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Yohanes 20:28.29).

0 komentar:

Poskan Komentar

Selamat datang, silahkan post komentar atau saran Anda.
Komentar anti Katolik akan saya delete. Trims.
PS: gunakan pilihan Name/Url bila kesulitan menggunakan account.