Rabu, 09 Juni 2010

HR. Hati Yesus yang Maha Kudus: Jumat setelah Oktaf Tubuh dan Darah

Jumat, 11 Juni 2010
Hari Raya Kati Yesus yang Maha Kudus - Pesta kelas 1 (Perayaan wajib)

Warna liturgi: Putih

Proper missa (dari Virgo Mater Die, klik ini)



(sumber ilustrasi: lupa, diberi teman)



Sejarah

Devosi kepada Hati Kudus Yesus berasal kira-kira dari abad ke-11, yang hingga abad 16 masih merupakan devosi pribadi.

Pesta pertama Hati Kudus dirayakan pada tanggal 31 Agustus 1670, di Rennes, Prancis, melalui upaya P. Jean Eudes (1602-1680).
Dari Rennes, devosi ini menyebar ke mana-mana.
Tapi baru hingga penglihatan yang dialami oleh St Margaret Maria Alacoque (1647-1690) devosi ini menjadi universal ke seluruh Gereja.

Penampakan "besar" yang berlangsung pada tanggal 16 Juni 1675, selama oktaf dari Hari Raya Corpus Christi, menjadi dasar dari Pesta Hati Kudus yang kita peringati hingga hari ini.
Dalam visi itu, Kristus memerintahkan St Margaret Maria Alacoque untuk melaksanakan Pesta Hati Kudus yang dirayakan pada hari Jumat setelah oktaf (hari kedelapan) dari Hari Raya Corpus Christi (HR. Tubuh dan Darah), sebagai ungkapan terima kasih manusia bagi Kurban yang telah dipersembahkan Kristus untuk manusia.
Hati Kudus tidak hanya merupakan Hati-Nya secara fisik, tetapi juga kasih-Nya bagi seluruh umat manusia.

Devosi kepada Hati Kudus makin populer setelah kematian St Margaret Maria Alacoque pada tahun 1690.
Gereja pada awalnya meragukan keabsahan visi St Margaret Maria Alacoque, hingga tahun 1765 pesta itu dirayakan secara resmi di Perancis.

Hampir 100 tahun kemudian, tahun 1856, Paus Pius IX, atas permintaan para uskup Perancis, memperluas pesta tersebut ke Gereja universal.

Umat beriman, umumnya bersiap merayakan Hari Raya Hati Yesus yang Maha Kudus dengan novena yang dimulai sejak Hari Raya Tubuh dan Darah.


Referensi:
St. Margareta Maria Alacoque (bhs Indo, dari Yesaya)
Devosi kepada Hati Kudus (newadvent)

Sacred Heart (wikipedia)


Ensiklik:




 (Ilustrasi: dari St. Joseph Daily Missal)

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    Selamat datang, silahkan post komentar atau saran Anda.
    Komentar anti Katolik akan saya delete. Trims.
    PS: gunakan pilihan Name/Url bila kesulitan menggunakan account.