Jumat, 04 Juni 2010

Ritus Servandus bab 4 dari 14 -terjemahan

bab 4

IV. Introit, Kyrie dan Gloria


1. Kemudian, sambil berkata Aufer a nobis, dst, Selebran, dengan tangan terkatup, naik ke bagian tengah Altar:
Aufer a nobis, quaesumus, Domine, iniquitates nostras ut ad Sancta sanctorum puris mereamur
mentibus introire. Per Christum Dominum nostrum. Amen.
Kemudian, ia membungkuk dengan tangannya sedikit menyentuh Altar, sedemikian rupa sehingga hanya kelingking yang menempel bagian depan mensa Altar, sementara itu ibu jari kanan tersilang di atas ibu jari kiri (bentuk yang harus selalu diperhatikan saat tangan dalam posisi terkatup menyentuh Altar)

Ia berkata pelan:
Oramus te, Domine, per merita Sanctorum tuorum

Dan mencium Altar di bagian tengahnya, dengan kedua telapak tangan diletakkan di Altar dengan jarak yang sama dari tubuhnya ke kiri dan kanan (yang harus diperhatikan saat mencium Altar, tetapi nanti dengan ibu jari dan jari telunjuk saling menempel setelah konsekrasi),

Ia melanjutkan:
quorum reliquiae hic sunt, et omnium Sanctorum: ut indulgere digneris omnia peccata mea. Amen.
(Setiap kali mencium Altar, atau buku, atau apa pun, tidak pakai ibu jari untuk membuat tanda salib, tetapi, tangan diletakkan di atas benda yang dicium).


2. Setelah mencium Altar, Selebran pergi ke sisi Epistola.
Di sana ia berdiri, menghadap altar, dan membuat tanda salib dari dahi ke dada, lalu mulai mengucapkan Introit dengan suara jelas, tangan tetap terkatup.

Ketika ia mengucapkan : Gloria Patri, ia menundukkan kepalanya, dengan tangan tetap terkatup.
Ketika ia mengulangi Antifon, ia tidak membuat tanda salib seperti sebelumnya.

Setelah mengulangi Antifon, dia pergi ke tengah Altar dengan tangan terkatup sambil mengucapkan Kyrie bergantian dengan para pelayan dalam volume suara yang sama:
(Jika pelayan atau siapa pun yang membantu tidak menjawabnya, maka Imam mengucapkannya sendiri, sebanyak 9x:
S. Kyrie, eleison.
M. Kyrie, eleison.
S. Kyrie, eleison.
M. Christe, eleison.
S. Christe, eleison.
M. Christe, eleison.
S. Kyrie, eleison.
M. Kyrie, eleison.
S. Kyrie, eleison

3. Setelah mengucapkan Kyrie, eleison yang terakhir kali, Imam berdiri di tengah Altar, mengulurkan tangan dan mengangkatnya setinggi bahu (perhatikan ini setiap mengangkat tangan),
Ia mulai Gloria in excelsis dengan suara nyaring

(Ketika mengucap Deo, dia katupkan tanggannya dan menundukkan kepala ke arah Salib).
Lalu, berdiri tegak dengan tangan terkatup di dada, dia melanjutkan hingga akhir.

Ketika ia mengatakan :
Adoramus te;
Gratias agimus tibi;
Jesu Christe;
Suscipe deprecationem nostram;
dan Jesu Christe;
ia menundukkan kepalanya ke arah salib.

Ketika ia berkata Cum Sancto Spiritu di bagian akhir, ia membuat tanda salib dari
dahi ke dadanya, sementara meneruskan ucapan In gloria Dei Patris. Amen.).
Gloria in excelsis Deo.
Et in terra pax hominibus bonae voluntatis. Laudamus te.
Benedicimus te. Adoramus te. Glorificamus te. Gratias agimus tibi propter magnam gloriam tuam. 

Domine Deus, Rex coelestis, Deus Pater omnipotens.
Domine Fili unigenite, Jesu Christe. Domine Deus,
Agnus Dei, Filius Patris,
Qui tollis peccata mundi, miserere nobis.
Qui tollis peccata mundi, suscipe deprecationem nostram.
Qui sedes ad dexteram Patris, miserere nobis.
 
Quoniam tu solus Sanctus.
Tu solus Dominus. Tu solus Altissimus, Jesu Christe.
Cum Sancto +  Spiritu  in gloria Dei Patris. Amen.

4. Dalam Misa meriah (solemn), selebran, setelah melakukan Pengakuan, naik Altar di bagian tengahnya dengan para pelayan, di mana, setelah mengatakan Oramus te, Domine, dan setelah mencium Altar, ia memasukkan dupa ke dalam wiruk.
Diakon menyorongkan boat, dan pembawa wiruk menyorongkan wiruk (ke selebran).

Diakon, membungkuk di depan Selebran, mengucapkan: Benedicite, Pater reverende.

Diakon mencium tangan selebran, lalu Sendok dupa, dan tangan selebran lagi.
Selebran memasukkan dupa ke dalam wiruk 3x sambil mengucapkan:
+ Ab illo bene dicaris, in cujus honore cremaberis. Amen.

Kemudian, setelah meletakkan Sendok, ia membuat tanda salib dengan tangan kanan ke atas dupa di dalam wiruk, memberkatinya.
Lalu Diakon, mencium rantai wiruk, dan tangan kanan Selebran yang dipakai memberkati tadi; menutup wiruk dan memberikan ke selebran,

Selebran membungkuk ke arah Salib, lalu mendupainya 3x.
Lalu membungkuk lagi ke arah Salib, dia mendupai Altar, mengayun wiruk 3x dengan jarak yang sama seperti jarak antar lilin, mulai bagian tengah Altar ke arah sisi Epsitola.
Lalu dia turunkan tangannya, mendupai bagian bawah Altar dan atas altar dengan 2x ayunan.

Dan kembali lagi ke bagian tengah Altar, menaikkan tangannya, dia mendupai mensa (bagian datar Altar) pada sisi luarnya, dengan 3x ayunan ke arah tengah Altar.

Di tengah Altar, membungkuk ke arah salib, dia dupai ke arah sisi Injil dengan 3x ayun, hingga ke sisi luarnya, atas dan bawah, yang didupainya dengan 2x ayun seperti di atas.

Masih berdiri di tempat yang sama (sisi Injil), ia menaikkan wiruk dan 3x mendupai permukaan Altar sambil kembali ke bagian tengah Altar; seperti ia lakukan saat kembali dari sisi Epistola.
Di sana (di bagian tengah Altar) ia mengembalikan ke wiruk ke Diakon, yang kemudian mendupainya


5. Jika ada Relikui di Altar, atau gambar-gambar para kudus, setelah mendupai Salib dan membungkuk padanya, dia mendupai bagian relikui atau gambar kudus, dimulai dari sisi Injil dekat Salib, 2x ayunan, dan membungkuk ke salib lagi, dia mendupai kainnya yang ada di sisi Epistola.
Baru kemudian selebran mulai mendupai Altar seperti point di atas, 3x ayunan wiruk pada tiap sisi, walaupun ada banyak Relikui atau Gambar Kudus, atau, lilin.


6. Jika ada Tabernakel yang berisi Sakramen Maha Kudus di Altar, setelah mengambil Thurible, sebelum memulai pendupaan, ia genuflek setiap kali dia berlalu di tengah Altar.


7. Diakon dan subdiakon membantu Selebran ketika ia mendupai, dan
ketika mereka melintas di depan Salib, mereka selalu genuflek.

Lalu Selebran, dengan Diakon
berdiri di sebelah kanannya, dan subdiakon di sebelah kanan Diakon di sisi Epistola, membaca Introit dan Kyrie, eleison.
Ketika ia menyanyikan Gloria in excelsis Deo, Diakon berdiri di belakang selebran, dan Sub diakon di belakang diakon (jadi urutannya dari Altar ke luar: Selebran, Diakon, lalu Sub Diakon).

Setelah mereka naik ke Altar dan
selanjutnya, Diakon ada di sisi kanan Selebran. dan subdiakon di kiri Selebran, mereka melanjutkan madah Gloria dengan suara lirih sampai akhir.

Hal ini juga dilakukan ketika Credo diucapkan: dan ketika Dominus Vobiscum diucapkan, dan Oration, Prefasi, dan Pater noster, Diakon dan
Subdiakon berdiri sama di belakang Selebran, dengan Sub Diakon paling belakang.


8. Dalam Sung Mass, jika pendupaan selesai, Selebran bertindak sebagaimana di atas untuk Misa meriah (solemn).
Pada akhir, ia didupai oleh pelayan.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

untuk point 8, sebaiknya diganti dalam High Mass...krn kalau Sung Mass bisa saja tanpa pendupaan (hanya Low Mass), sedang High Mass pasti Sung Mass plus pendupaan.

Poskan Komentar

Selamat datang, silahkan post komentar atau saran Anda.
Komentar anti Katolik akan saya delete. Trims.
PS: gunakan pilihan Name/Url bila kesulitan menggunakan account.