Selasa, 01 Juni 2010

Ritus Servandus bab 2 dari 14 -terjemahan

Bab 2


II. Arak-arakan imam menuju Altar      
      

1. Imam, dalam jubah kebesaran, mengambil Piala yang telah dipersiapkan sebelumnya dengan tangan kirinya, dan membawanya di depan dadanya, dengan Burse di atas Piala.
      
Kemudian, setelah memberi hormat kepada Salib atau Gambar yang terdapat dalam Sakristi, Imam menuju Altar dengan kepala tertutup, Server mengikutinya dengan membawa Missal dan keperluan lainnya (kecuali telah dipersiapkan sebelumnya).
Pelayan harus mengenakan Surplice.

Imam berjalan dengan mata menatap ke bawah, dengan sikap hormat, dan tubuh tegak.      

Jika kebetulan imam melintas di depan Altar yg lebih besar,  ia menghormatinya dengan kepala tertutup.
Jika dia melintas di depan Sakramen Mahakudus diletakkan, ia berlutut.

Jika melintas di depan sebuah altar di mana Misa sedang dirayakan, dan jika Sakramen Mahakudus sedang ditinggikan, ia berlutut, dan menyembah dengan kepala tertutup, dan tidak naik sampai Selebran telah meletakkan Piala kembali ke Korporal.      


2. Ketika tiba di depan Altar, berdiri di depan anak tangga terbawah, Imam membuka tutup kepalanya, dan memberikan Biretta tsb kepada pelayan.      
Kemudian imam membungkuk dalam (profound bow) ke Altar atau Salib atau Gambar Kudus di atasnya. Jika ada Tabernakel yang menyimpan Sakramen Maha Kudus di altar, imam berlutut dan memberi hormat.
Kemudian imam menuju ke tengah Altar, dan menempatkan Piala di sisi Injil, mengeluarkan Korporal dari Burse, membukanya di atas Altar, dan menempatkannya di atas Piala yg tertutup kain.

Burse ditempatkan di sisi Injil. Jika dia akan mengenakan Vestment di Altar, ini di lakukan sebelum turun dari Altar untuk memulai Misa.      


3. Jika diperlukan lebih banyak Hosti dikonsekrasikan untuk Komuni maka bisa diletakkan di atas Paten, dan harus diletakkan di atas Korporal di depan Piala, atau di Piala lain yang telah dikonsekrasikan, atau di dalam wadah lain  yg bersih dan telah diberkati, yang kemudian ditempatkan di belakang Piala, dan ditutupi dengan Paten atau Pall lain.      


4. Setelah meletakkan Piala di Altar, Imam menuju sisi Epistola, dan menempatkan Missal di tempatnya. Kemudian ia kembali ke tengah Altar, menghormat kepada Salib, menoleh ke sisi Epistel, dan turun ke posisi yg paling rendah, dimana ia akan melakukan Confiteor (Pengakuan).


5. Pada misa meriah (solemn mass), Missal diletakkan di Altar; tetapi, Piala, dan perlengkapan lainnya diletakkan di Credensa, ditutupi dengan kain linen, sebelum Imam menuju Altar.

Ia melanjutkan bersama Diakon dan Sub-diakon, yang juga menutup kepalanya, dan dengan tangan terkatup di depan dada.
      
Akolit berjalan di depan mereka dengan memegang lilin yg menyala, yang akan diletakkan di atas Credensa.
Ketika mereka tiba di depan tangga Altar, di tengah, bersama dengan Diakon di kanan, dan Subdiakon di kiri, sebelum naik ke Altar, imam mengucapkan Confiteor (pengakuan dosa) bersama mereka (seperti dibawah ini).

6. Dalam Misa Pontifikal, semuanya dilakukan seperti dalam aturan Roman Pontifical dan perayaannya; Uskup, dan lainnya, seperti di atas, tidak boleh mengabaikan aturan Pontifikal setiap kali ia merayakan dengan dibantu Diakon dan Sub-diakon.


Post sebelumnya:
Bab 1


... bersambung

0 komentar:

Poskan Komentar

Selamat datang, silahkan post komentar atau saran Anda.
Komentar anti Katolik akan saya delete. Trims.
PS: gunakan pilihan Name/Url bila kesulitan menggunakan account.